Candi Arimbi: Wisata Sejarah Majapahit yang Tersembunyi di Jombang

Candi Arimbi adalah salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan pencinta budaya, sejarah, arsitektur kuno, hingga traveler yang suka mencari tempat tenang di luar jalur wisata populer. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Rimbi atau Candi Ngrimbi.
Secara administratif, Candi Arimbi berada di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lokasinya berada di kawasan yang relatif tenang, jauh dari keramaian kota besar, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sejarah dengan lebih santai.
Bagi sebagian orang, wisata candi di Jawa Timur mungkin lebih identik dengan kawasan Trowulan di Mojokerto. Namun, Candi Arimbi Jombang memiliki daya tarik tersendiri. Candi ini menghadirkan nuansa yang lebih sederhana, alami, dan dekat dengan kehidupan pedesaan. Pengunjung tidak hanya bisa melihat bangunan peninggalan masa lampau, tetapi juga merasakan suasana sunyi yang membuat perjalanan terasa lebih intim.
Daya tarik utama Candi Arimbi terletak pada nilai sejarah, bentuk arsitektur, relief, serta kisah yang berkaitan dengan masa Kerajaan Majapahit. Tempat ini sangat cocok untuk wisata edukasi, kunjungan keluarga, komunitas sejarah, pelajar, mahasiswa, hingga traveler yang ingin menambah wawasan tentang peninggalan budaya di Jawa Timur.
Contents
- 1 Lokasi Candi Arimbi
- 2 Sejarah Candi Arimbi
- 3 Arsitektur Candi Arimbi
- 4 Relief Candi Arimbi yang Penuh Cerita
- 5 Arca Parwati dan Kisah Ratu Tribhuwana Tunggadewi
- 6 Daya Tarik Wisata Candi Arimbi
- 7 Aktivitas Menarik di Candi Arimbi
- 8 Jam Buka dan Informasi Kunjungan
- 9 Tips Berkunjung ke Candi Arimbi
- 10 Rekomendasi Itinerary Wisata ke Candi Arimbi
- 11 Etika Berwisata di Situs Sejarah
- 12 Mengapa Candi Arimbi Layak Dikunjungi?
- 13 FAQ Seputar Candi Arimbi
- 14 Penutup
- 15 What's Your Reaction?
Lokasi Candi Arimbi
Candi Arimbi terletak di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Lokasi ini berada di wilayah selatan Jombang dan masih memiliki suasana khas pedesaan yang tenang.
Dari pusat Kota Jombang, wisatawan dapat menuju Kecamatan Bareng dengan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Pulosari. Untuk memudahkan perjalanan, pengunjung bisa menggunakan aplikasi peta digital dengan mengetik kata kunci Candi Arimbi, Candi Rimbi, atau Candi Ngrimbi.
Akses menuju lokasi cukup mudah dijangkau, terutama bagi wisatawan yang sudah terbiasa melakukan perjalanan darat di wilayah Jawa Timur. Jalan menuju kawasan candi melewati area pemukiman, lahan warga, dan suasana desa yang cukup asri. Hal ini menjadi nilai tambah karena perjalanan menuju candi terasa lebih menyenangkan.
Suasana Sekitar Candi Arimbi
Salah satu hal yang membuat Candi Arimbi menarik adalah suasana sekitarnya yang tidak terlalu ramai. Berbeda dengan beberapa destinasi sejarah populer yang sudah padat wisatawan, kawasan ini terasa lebih tenang dan sederhana.
Lingkungan sekitar candi menghadirkan nuansa pedesaan yang alami. Area terbuka, pepohonan, serta suasana hijau di sekitar lokasi membuat pengunjung bisa menikmati wisata sejarah tanpa terburu-buru. Bagi traveler yang menyukai destinasi hidden gem, Candi Arimbi bisa menjadi pilihan menarik saat berkunjung ke Jombang.
Sejarah Candi Arimbi
Candi Arimbi merupakan salah satu peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Candi ini sering dikaitkan dengan tokoh penting dalam sejarah Majapahit, yaitu Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi. Ia merupakan salah satu ratu besar Majapahit yang berkuasa sebelum masa kejayaan Hayam Wuruk.
Dalam beberapa sumber, Candi Arimbi disebut sebagai candi bercorak Hindu. Candi ini juga sering dikaitkan dengan tradisi pendharmaan, yaitu pembangunan tempat suci untuk memuliakan tokoh kerajaan yang telah wafat. Dalam konteks ini, Candi Arimbi dipercaya memiliki hubungan dengan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Nama Arimbi sendiri juga menarik untuk diperhatikan. Dalam dunia pewayangan, Arimbi dikenal sebagai istri Bima atau Werkudara. Nama ini kemudian melekat pada candi dan menjadi bagian dari identitas lokal masyarakat sekitar.
Hubungan Candi Arimbi dengan Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Peninggalannya tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Jombang. Kehadiran Candi Arimbi menjadi bukti bahwa wilayah Jombang juga memiliki peran dalam lanskap sejarah Majapahit.
Meskipun tidak sebesar candi-candi terkenal lainnya, Candi Arimbi Jombang menyimpan nilai penting karena berkaitan dengan tokoh kerajaan dan tradisi keagamaan pada masa lalu. Bagi wisatawan, memahami latar belakang ini akan membuat kunjungan terasa lebih bermakna.
Saat berdiri di depan bangunan candi, pengunjung tidak hanya melihat susunan batu kuno. Lebih dari itu, pengunjung sedang menyaksikan sisa peradaban yang pernah hidup ratusan tahun lalu. Inilah yang membuat Candi Arimbi layak dikunjungi, terutama oleh siapa pun yang memiliki ketertarikan pada sejarah Jawa Timur.
Arsitektur Candi Arimbi
Daya tarik lain dari Candi Arimbi adalah bentuk arsitekturnya. Candi ini memiliki karakter yang berbeda dari banyak peninggalan Majapahit lain yang umumnya identik dengan bata merah. Pada Candi Arimbi, material yang terlihat dominan adalah batu andesit, sementara beberapa bagian fondasinya menggunakan bata.
Bangunan Candi Arimbi tidak lagi utuh sepenuhnya. Sebagian struktur candi telah mengalami kerusakan karena usia, cuaca, dan perjalanan waktu. Namun, kondisi inilah yang justru memberi kesan autentik. Reruntuhan yang tersisa menciptakan suasana sejarah yang kuat dan membuat pengunjung dapat membayangkan bagaimana megahnya bangunan ini pada masa lalu.
Secara visual, candi ini memiliki bagian kaki yang masih cukup jelas. Pada bagian inilah terdapat relief-relief menarik yang menjadi salah satu ciri khas Candi Arimbi. Relief tersebut memperlihatkan detail seni pahat yang bernilai tinggi dan mencerminkan kemampuan para seniman pada masa Majapahit.
Keunikan Bentuk Bangunan
Bentuk Candi Arimbi terlihat ramping dan menjulang, meskipun bagian atasnya sudah tidak utuh. Candi ini memiliki orientasi bangunan yang khas dan berdiri di area yang sedikit lebih tinggi dari sekitarnya. Posisi tersebut membuat bangunan tampak menonjol ketika dilihat dari kejauhan.
Salah satu keunikan candi ini adalah perpaduan antara kesan kokoh dan rapuh. Kokoh karena batu-batu penyusunnya masih berdiri hingga sekarang, namun juga rapuh karena beberapa bagian telah runtuh dan termakan zaman. Perpaduan ini menciptakan daya tarik visual yang kuat, terutama bagi pengunjung yang menyukai fotografi sejarah.
Relief Candi Arimbi yang Penuh Cerita
Bagian paling menarik dari Candi Arimbi adalah relief yang terdapat pada kaki candi. Relief-relief ini menjadi bukti bahwa candi tidak hanya berfungsi sebagai bangunan suci, tetapi juga sebagai media cerita dan simbol.
Pada bagian kaki candi, pengunjung dapat melihat panel-panel relief yang dipahat pada dinding batu. Relief tersebut menggambarkan berbagai bentuk, mulai dari figur manusia, hewan, ornamen, hingga ragam hias tertentu. Beberapa relief memiliki nilai simbolik yang berkaitan dengan ajaran keagamaan dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Makna Relief Candi Arimbi
Relief pada Candi Arimbi tidak hanya berfungsi sebagai hiasan. Dalam tradisi candi Hindu-Buddha di Jawa, relief sering digunakan untuk menyampaikan cerita, nilai moral, ajaran keagamaan, atau simbol kekuasaan.
Meskipun tidak semua relief di Candi Arimbi dapat ditafsirkan secara lengkap, keberadaannya tetap memberikan gambaran tentang kekayaan seni dan budaya pada masa Majapahit. Setiap ukiran memperlihatkan bahwa masyarakat masa lalu memiliki kemampuan artistik yang tinggi serta pemahaman simbolik yang mendalam.
Saat berkunjung, wisatawan disarankan untuk mengelilingi candi secara perlahan. Jangan hanya melihat candi dari bagian depan. Amati setiap sisi bangunan dan perhatikan detail relief yang masih tersisa. Semakin lama diamati, semakin terasa bahwa Candi Arimbi menyimpan banyak cerita.
Arca Parwati dan Kisah Ratu Tribhuwana Tunggadewi
Salah satu hal penting yang sering dikaitkan dengan Candi Arimbi adalah keberadaan Arca Parwati. Arca ini diyakini sebagai perwujudan dari Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi, salah satu ratu Majapahit yang memiliki peran besar dalam sejarah kerajaan.
Dalam tradisi Hindu-Jawa, tokoh penting kerajaan yang telah wafat sering diwujudkan dalam bentuk dewa atau dewi tertentu. Jika Candi Arimbi memang berkaitan dengan pendharmaan Ratu Tribhuwana, maka keberadaan Arca Parwati menjadi sangat penting secara simbolik.
Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi dikenal sebagai ibu dari Hayam Wuruk, raja Majapahit yang membawa kerajaan mencapai masa keemasan bersama Mahapatih Gajah Mada. Dengan demikian, kaitan Candi Arimbi dengan tokoh ini membuat nilai sejarahnya semakin kuat.
Mengapa Kisah Ini Penting bagi Wisatawan?
Bagi wisatawan umum, informasi tentang Arca Parwati dan Ratu Tribhuwana mungkin terdengar seperti detail sejarah. Namun, justru detail inilah yang membuat kunjungan ke Candi Arimbi menjadi lebih bermakna.
Tanpa mengetahui kisahnya, candi mungkin hanya tampak seperti bangunan batu tua. Namun setelah memahami hubungannya dengan Majapahit dan tokoh kerajaan, pengunjung dapat melihat candi ini sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah Nusantara.
Daya Tarik Wisata Candi Arimbi

Sebagai destinasi wisata sejarah, Candi Arimbi memiliki beberapa daya tarik yang membuatnya layak masuk daftar kunjungan saat berada di Jombang.
1. Peninggalan Majapahit yang Bernilai Sejarah
Daya tarik utama Candi Arimbi tentu saja nilai sejarahnya. Candi ini merupakan salah satu peninggalan masa Majapahit yang masih bisa dikunjungi hingga sekarang. Bagi pecinta sejarah, tempat ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung jejak masa lalu di luar kawasan wisata candi yang lebih populer.
2. Relief yang Unik dan Menarik
Relief pada bagian kaki candi menjadi alasan kuat untuk berkunjung. Ukiran-ukiran tersebut menghadirkan gambaran seni pahat masa lampau. Wisatawan bisa mengamati detailnya, mengambil foto, dan mencoba memahami cerita yang tersimpan di baliknya.
3. Suasana Tenang dan Tidak Terlalu Ramai
Bagi traveler yang tidak suka destinasi terlalu padat, Candi Arimbi adalah pilihan yang tepat. Suasananya cenderung tenang sehingga pengunjung bisa menikmati candi dengan lebih leluasa.
4. Cocok untuk Wisata Edukasi
Candi ini cocok dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas budaya, maupun siapa saja yang ingin belajar tentang sejarah Majapahit. Dengan penjelasan yang tepat, kunjungan ke Candi Arimbi bisa menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan.
5. Spot Foto Bernuansa Sejarah
Bentuk bangunan yang tidak sepenuhnya utuh justru menciptakan komposisi visual yang menarik. Batu andesit, relief, area terbuka, dan suasana pedesaan membuat candi ini cocok dijadikan lokasi fotografi perjalanan.
Aktivitas Menarik di Candi Arimbi
Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Candi Arimbi. Meski area candi tidak terlalu luas, pengalaman yang ditawarkan cukup berkesan jika dinikmati dengan cara yang tepat.
Mengamati Bangunan Candi
Aktivitas pertama tentu saja melihat bangunan candi dari dekat. Pengunjung bisa mengamati bentuk, struktur, material batu, serta bagian-bagian candi yang masih tersisa. Dari sini, pengunjung dapat membayangkan bagaimana bentuk candi tersebut pada masa kejayaannya.
Menelusuri Relief
Jangan lewatkan relief pada bagian kaki candi. Inilah salah satu bagian paling penting dari Candi Arimbi. Luangkan waktu untuk berjalan mengelilingi candi dan mengamati panel relief satu per satu.
Belajar Sejarah Majapahit
Candi ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah Majapahit, khususnya peran Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi. Bagi wisatawan yang datang bersama anak-anak, kunjungan ini bisa menjadi sarana belajar sejarah yang lebih menyenangkan daripada hanya membaca buku.
Berfoto dengan Latar Candi
Bagi pencinta fotografi, Candi Arimbi menawarkan latar foto yang menarik. Waktu terbaik untuk mengambil gambar biasanya pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari tidak terlalu keras.
Menikmati Suasana Pedesaan
Selain bangunan candi, suasana sekitar juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa menikmati udara yang lebih tenang, pemandangan sekitar, dan suasana desa yang jauh dari kebisingan kota.
Jam Buka dan Informasi Kunjungan
Candi Arimbi umumnya dapat dikunjungi pada pagi hingga sore hari. Salah satu informasi yang beredar menyebutkan jam operasional sekitar pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Namun, jam buka, tiket masuk, dan aturan kunjungan dapat berubah sewaktu-waktu.
Sebelum datang, wisatawan disarankan untuk mengecek informasi terbaru melalui sumber pariwisata daerah, peta digital, atau bertanya kepada warga sekitar. Hal ini penting agar perjalanan lebih lancar dan tidak terkendala perubahan jadwal.
Estimasi Waktu Kunjungan
Untuk menikmati area utama Candi Arimbi, waktu kunjungan sekitar 30 sampai 60 menit biasanya sudah cukup. Namun, jika ingin mengamati relief dengan lebih detail atau mengambil banyak foto, Anda bisa meluangkan waktu lebih lama.
Tips Berkunjung ke Candi Arimbi
Agar pengalaman wisata ke Candi Arimbi lebih nyaman, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.
Datang pada Pagi atau Sore Hari
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, cuaca biasanya lebih sejuk dan cahaya matahari lebih bagus untuk fotografi. Hindari datang terlalu siang jika tidak ingin terkena panas berlebih.
Gunakan Pakaian yang Nyaman
Karena area candi cukup terbuka, gunakan pakaian yang nyaman. Pilih alas kaki yang cocok untuk berjalan santai di area situs. Meskipun ini tempat wisata, tetap gunakan pakaian yang sopan karena Candi Arimbi merupakan situs bersejarah.
Bawa Air Minum
Jika Anda datang saat cuaca panas, membawa air minum adalah pilihan bijak. Terutama jika perjalanan dilanjutkan ke destinasi lain di sekitar Jombang bagian selatan.
Jangan Menyentuh Relief Secara Berlebihan
Relief dan batu candi adalah bagian dari warisan budaya. Hindari menyentuh, memanjat, mencoret, atau merusak bagian mana pun dari candi. Sikap sederhana ini sangat penting untuk menjaga kelestarian situs.
Baca Sejarah Singkat Sebelum Datang
Agar kunjungan lebih bermakna, bacalah sejarah singkat Candi Arimbi sebelum berangkat. Dengan begitu, Anda tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga memahami nilai budaya dan sejarahnya.
Rekomendasi Itinerary Wisata ke Candi Arimbi
Jika Anda berangkat dari pusat Kota Jombang, Candi Arimbi bisa dijadikan destinasi pertama pada pagi hari. Datanglah sekitar pukul 08.00 agar cuaca masih nyaman. Setelah tiba, luangkan waktu untuk mengamati bangunan candi, melihat relief, dan mengambil beberapa foto.
Setelah puas menjelajahi candi, perjalanan bisa dilanjutkan ke kawasan Wonosalam. Kawasan ini dikenal dengan suasana pegunungan, wisata alam, kebun, dan kuliner lokal. Dengan begitu, dalam satu hari Anda bisa menikmati kombinasi wisata sejarah dan wisata alam.
Itinerary seperti ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Jombang. Tidak hanya wisata religi atau kuliner, Jombang juga memiliki peninggalan sejarah yang menarik untuk dieksplorasi.
Etika Berwisata di Situs Sejarah
Mengunjungi Candi Arimbi berarti ikut menjaga warisan budaya. Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan oleh setiap pengunjung.
Pertama, jangan mencoret atau merusak bagian candi. Coretan kecil sekalipun dapat menghilangkan nilai sejarah yang sudah bertahan ratusan tahun.
Kedua, jangan memanjat bagian candi yang tidak diperbolehkan. Selain berbahaya bagi pengunjung, tindakan ini juga dapat merusak struktur bangunan.
Ketiga, jangan membuang sampah sembarangan. Bawalah kembali sampah Anda atau buang di tempat yang tersedia.
Keempat, hormati pengunjung lain. Jika ada orang yang sedang berfoto, belajar, atau menikmati suasana, berikan ruang yang cukup.
Kelima, jika membuat konten media sosial, gunakan narasi yang edukatif. Ceritakan bahwa Candi Arimbi adalah peninggalan Majapahit di Jombang yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Dengan begitu, konten wisata tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang.
Mengapa Candi Arimbi Layak Dikunjungi?
Candi Arimbi layak dikunjungi karena menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Tempat ini tidak menampilkan kemegahan besar seperti candi-candi populer lainnya, tetapi justru menghadirkan keheningan, kesederhanaan, dan nilai sejarah yang kuat.
Bagi traveler yang menyukai destinasi tenang, Candi Arimbi adalah tempat yang tepat. Anda bisa berjalan pelan, melihat relief, menikmati suasana desa, dan merasakan kedekatan dengan masa lalu.
Dari sisi edukasi, candi ini juga sangat bernilai. Pengunjung dapat belajar tentang Kerajaan Majapahit, arsitektur candi, tradisi pendharmaan, seni relief, serta tokoh perempuan penting dalam sejarah Jawa, yaitu Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Selain itu, keberadaan Candi Arimbi Jombang juga memperkaya pilihan wisata di Kabupaten Jombang. Daerah ini tidak hanya dikenal sebagai kota santri dan tujuan wisata religi, tetapi juga memiliki peninggalan sejarah yang patut diperkenalkan lebih luas.
FAQ Seputar Candi Arimbi
Di mana lokasi Candi Arimbi?
Candi Arimbi berada di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Rimbi atau Candi Ngrimbi.
Apakah Candi Arimbi peninggalan Majapahit?
Ya, Candi Arimbi dikenal sebagai salah satu peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang berada di wilayah Jombang.
Apa daya tarik utama Candi Arimbi?
Daya tarik utama Candi Arimbi adalah bangunan candi dari batu andesit, relief pada bagian kaki candi, suasana pedesaan yang tenang, serta kisah yang berkaitan dengan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Apakah Candi Arimbi cocok untuk wisata keluarga?
Ya, Candi Arimbi cocok untuk wisata keluarga, terutama jika ingin mengenalkan anak-anak pada sejarah, budaya, dan peninggalan Majapahit di Jawa Timur.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Candi Arimbi?
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, cuaca lebih nyaman dan cahaya lebih bagus untuk berfoto.
Penutup
Candi Arimbi adalah destinasi wisata sejarah di Jombang yang menyimpan cerita panjang tentang masa Majapahit. Di balik bangunannya yang tidak lagi utuh, tersimpan nilai budaya, seni, dan sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari.
Candi ini bukan hanya tempat untuk berfoto, tetapi juga ruang untuk memahami perjalanan peradaban masa lalu. Relief-reliefnya, arsitekturnya, serta kisah yang berkaitan dengan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi membuat Candi Arimbi menjadi salah satu destinasi bersejarah yang layak masuk itinerary wisata Jombang.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Jombang, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Candi Arimbi. Datanglah dengan rasa ingin tahu, berjalanlah perlahan mengelilingi candi, perhatikan detail reliefnya, dan nikmati suasana tenang di sekitarnya.
Dari tempat yang sederhana ini, kita bisa belajar bahwa sejarah besar tidak selalu hadir dalam bentuk yang megah dan ramai. Kadang, sejarah berdiri sunyi di sebuah desa, menunggu untuk kembali diceritakan kepada generasi berikutnya.




