Verification: 6cb86c86b08afb36
Candi

Candi Ijo: Candi Tertinggi di Jogja dengan Panorama Sunset Spektakuler

Candi Ijo adalah salah satu destinasi wisata sejarah terbaik di Yogyakarta, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan antara candi Hindu, lanskap perbukitan, dan panorama sunset. Candi ini berada di kawasan Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak jauh dari Tebing Breksi dan kawasan Candi Prambanan. Berdasarkan data Jogja Cagar, Bangunan Induk Candi Ijo berada di area Bukit Ijo pada ketinggian 357 mdpl, dengan kompleks yang tersusun pada area perbukitan berteras.

Bagi traveller, Candi Ijo menarik karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari candi populer seperti Prambanan atau Sambisari. Di sini, pengunjung tidak hanya bisa melihat bangunan candi kuno, tetapi juga menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian, suasana sore yang romantis, serta lanskap terbuka yang sangat cocok untuk fotografi.

Survey Premium

Ringkasan Cepat Candi Ijo

Candi Ijo adalah kompleks candi Hindu bercorak Siwaistis yang diperkirakan berasal dari masa Mataram Kuno abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Laman Kalurahan Sambirejo menyebut Candi Ijo sebagai candi Hindu Siwa yang diperkirakan didirikan pada abad 9–10 Masehi, pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung.

Kompleks Candi Ijo terdiri atas satu candi utama dan tiga candi perwara pada area inti, tetapi secara keseluruhan Jogja Cagar mencatat bahwa kompleks ini memiliki 17 objek bangunan dan struktur yang tersebar pada 11 teras berundak.

Sejarah Candi Ijo

Candi Ijo merupakan peninggalan penting dari masa Kerajaan Mataram Kuno. Secara keagamaan, candi ini berhubungan erat dengan ajaran Hindu Siwa. Hal ini terlihat dari keberadaan lingga-yoni di dalam bilik candi utama, yang dalam tradisi Hindu berkaitan dengan Dewa Siwa dan Parwati serta simbol kesuburan.

Dari sisi penemuan modern, kompleks Candi Ijo diketahui telah ditemukan pada tahun 1886 oleh Dorrepaal, seorang administrateur perkebunan tembakau “Saragedoeg”. Setelah itu, situs ini mulai digambar dan ditulis oleh peneliti kolonial pada akhir abad ke-19, lalu masuk dalam inventarisasi tinggalan arkeologi pada awal abad ke-20.

Pada masa kolonial, kondisi Candi Ijo masih berupa reruntuhan yang tertutup gundukan tanah dan semak belukar. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dinas Purbakala mulai tahun 1958, kemudian pemugaran bangunan induk berhasil diselesaikan pada tahun 1997.

Daya Tarik Candi Ijo

candi ijo

1. Candi di Ketinggian dengan View Jogja yang Luas

Salah satu alasan utama wisatawan datang ke Candi Ijo adalah lokasinya yang berada di perbukitan. Dari area candi, pengunjung bisa melihat lanskap Yogyakarta dari ketinggian, termasuk area sekitar Prambanan, perbukitan, dan panorama kota dari kejauhan.

Kalurahan Sambirejo menyebut Candi Ijo sebagai candi Hindu tertinggi di wilayah DIY dan salah satu tempat yang terkenal untuk menikmati sunset, suasana Jogja dari ketinggian pegunungan, serta pemandangan landasan pacu Bandara Adisutjipto.

2. Spot Sunset Favorit di Jogja

Candi Ijo sangat populer sebagai tempat menikmati senja. Area terbuka di sekitar candi membuat wisatawan bisa menyaksikan cahaya matahari sore menyinari batu-batu candi dan hamparan perbukitan di sekitarnya.

Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari, terutama sekitar pukul 15.30–17.00 WIB. Pada waktu ini, cahaya lebih lembut, udara mulai nyaman, dan suasana candi terasa lebih dramatis untuk foto.

3. Kompleks Berteras yang Unik

Candi Ijo tidak dibangun pada lahan datar biasa. Kompleksnya berada di area bukit batu kapur yang berteras. Jogja Cagar mencatat bahwa Candi Ijo memiliki 17 objek bangunan dan struktur yang berada pada 11 teras berundak. Pola berundak ini memberi kesan monumental dan memperlihatkan konsep ruang sakral yang naik secara bertahap.

Secara simbolik, Jogja Cagar juga menjelaskan bahwa gambaran kosmologi Candi Ijo sebagai replika Gunung Meru dapat dilihat dari sifat, bentuk bangunan, dan pola halaman yang berundak.

4. Arsitektur Hindu Siwaistis

Bangunan utama Candi Ijo berada pada teras XI, memiliki denah sekitar 18,43 x 18,45 meter, tinggi sekitar 16 meter, dan menghadap ke barat. Di dalam bilik utama terdapat lingga-yoni, sehingga candi ini kuat menunjukkan karakter Hindu Siwaistis.

Dari sisi arsitektur, atap candi berbentuk bertingkat dengan susunan segi empat yang semakin mengecil ke atas. Pada bagian atap juga terdapat hiasan ratna, antefik, serta ragam hias sulur-suluran dan raksasa.

5. Relief dan Ornamen yang Menarik

Candi Ijo memiliki berbagai elemen dekoratif yang menarik untuk diamati. Pada bangunan induk terdapat hiasan kala-makara di bagian pintu dan relung. Jogja Cagar mencatat bahwa di dalam mulut makara terdapat hiasan burung kakatua, sedangkan beberapa ornamen lain menunjukkan kemiripan dengan candi-candi bergaya Jawa Tengah, seperti relief apsara-apsari, rumbai gantung, burung nuri, dan gana.

Bagi wisatawan yang menyukai sejarah arsitektur, detail seperti ini membuat Candi Ijo layak dikunjungi lebih dari sekadar tempat foto sunset.

Lokasi Candi Ijo

Candi Ijo berada di Groyokan/Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jogja Cagar mencatat koordinat Bangunan Induk Candi Ijo di sekitar 7.7838685° S, 110.5118582° E.

Secara praktis, lokasi Candi Ijo cukup dekat dengan beberapa destinasi populer di Sleman timur, seperti Tebing Breksi, Candi Barong, Candi Banyunibo, Ratu Boko, dan Candi Prambanan. Karena itu, Candi Ijo sangat cocok dimasukkan ke itinerary wisata candi dan sunset di Jogja.

Rute Menuju Candi Ijo

Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Candi Ijo biasanya mengarah ke kawasan Prambanan, lalu naik ke area Sambirejo. Jika menggunakan kendaraan pribadi, rute paling umum adalah melalui Jalan Solo/Yogyakarta–Prambanan, kemudian masuk ke arah Tebing Breksi dan lanjut ke Candi Ijo.

Akses menuju Candi Ijo relatif mudah, tetapi jalurnya menanjak dan berkelok. Kalurahan Sambirejo menyarankan pengunjung memastikan kondisi kendaraan dan kemampuan mengemudi karena jalan menuju Candi Ijo memiliki karakter tanjakan dan tikungan.

Jam Buka dan Harga Tiket Candi Ijo

Mengacu pada informasi Kalurahan Sambirejo, Candi Ijo buka pukul 09.00–17.00 WIB pada hari kerja, sedangkan pada hari libur buka pukul 07.00–17.00 WIB. Harga tiket yang dicantumkan adalah Rp7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp15.000 untuk wisatawan asing.

Karena jam buka dan harga tiket wisata bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya wisatawan tetap menyiapkan uang tunai kecil dan mengecek informasi terbaru sebelum datang, terutama saat musim liburan.

Fasilitas di Candi Ijo

Fasilitas di Candi Ijo sudah cukup memadai untuk kunjungan wisata singkat. Laman Kalurahan Sambirejo mencatat adanya toilet, pos satpam, loket tiket, papan informasi, warung makan, mushola, dan tempat parkir.

Dengan fasilitas tersebut, Candi Ijo nyaman dikunjungi oleh solo traveller, pasangan, keluarga, komunitas fotografi, hingga rombongan kecil.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Candi Ijo

Wisatawan dapat menikmati beberapa aktivitas menarik di Candi Ijo. Pertama, pengunjung bisa menyusuri area candi utama dan candi perwara sambil mengamati struktur bangunan, relief, serta lingga-yoni di bilik utama.

Kedua, Candi Ijo sangat cocok untuk fotografi. Sudut terbaik biasanya berada di area terbuka yang memperlihatkan candi utama, candi perwara, dan latar langit sore.

Ketiga, wisatawan bisa menikmati sunset. Inilah aktivitas paling populer di Candi Ijo, terutama bagi traveller yang ingin mencari suasana romantis dan tenang di Jogja.

Keempat, Candi Ijo dapat dijadikan wisata edukasi. Tempat ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, peneliti, atau wisatawan yang ingin mengenal peninggalan Hindu masa Mataram Kuno.

Tips Berkunjung ke Candi Ijo

Datanglah pada sore hari jika tujuan utama Anda adalah menikmati sunset. Namun, jika ingin suasana lebih sepi dan nyaman untuk eksplorasi, datang pada pagi hari juga bisa menjadi pilihan baik.

Gunakan kendaraan dalam kondisi prima karena akses menuju lokasi menanjak. Untuk motor, pastikan rem dan mesin dalam kondisi baik. Untuk mobil, pengemudi perlu berhati-hati pada jalur naik dan tikungan.

Gunakan alas kaki yang nyaman karena area candi berupa pelataran batu dan halaman terbuka. Bawa air minum, topi, atau sunscreen jika datang saat cuaca terik.

Jaga etika selama berada di kawasan cagar budaya. Jangan memanjat bagian candi yang tidak diperbolehkan, jangan mencoret batu, dan jangan merusak ornamen. Candi Ijo bukan hanya objek wisata, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, agama, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya.

Wisata Dekat Candi Ijo

Candi Ijo bisa digabungkan dengan beberapa destinasi sekitar Prambanan dan Sambirejo. Pilihan terdekat yang paling populer adalah Tebing Breksi, karena lokasinya berada tidak jauh dari Candi Ijo. Selain itu, wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke Candi Barong, Candi Banyunibo, Ratu Boko, dan Candi Prambanan.

Untuk rute sore, kombinasi paling ideal adalah Tebing Breksi terlebih dahulu, kemudian lanjut ke Candi Ijo menjelang sunset. Untuk rute sejarah, wisatawan bisa membuat jalur Prambanan–Ratu Boko–Candi Barong–Candi Ijo.

Rekomendasi Itinerary Candi Ijo

Itinerary Setengah Hari

Mulai perjalanan dari Kota Yogyakarta sekitar pukul 13.00 WIB. Kunjungi Tebing Breksi terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke Candi Ijo sekitar pukul 15.30 WIB. Gunakan waktu sore untuk mengeksplorasi candi, mengambil foto, dan menikmati sunset.

Itinerary Satu Hari

Pagi hari, kunjungi Candi Prambanan. Setelah itu lanjutkan ke Ratu Boko atau Candi Banyunibo. Siang menuju Tebing Breksi, lalu tutup perjalanan di Candi Ijo untuk menikmati sunset. Rute ini cocok untuk wisatawan yang ingin fokus pada wisata sejarah dan lanskap perbukitan Jogja.

Kesimpulan

Candi Ijo adalah destinasi wisata yang wajib masuk daftar kunjungan saat liburan ke Yogyakarta, terutama bagi traveller yang menyukai wisata sejarah, arsitektur kuno, dan panorama sunset. Keunikan kompleksnya yang berada di perbukitan berteras, karakter Hindu Siwaistis, serta pemandangan Jogja dari ketinggian menjadikan Candi Ijo berbeda dari banyak candi lain di sekitar Prambanan.

Dengan tiket yang terjangkau, akses yang cukup mudah, dan lokasi yang dekat dengan berbagai destinasi populer, Candi Ijo cocok untuk wisata singkat, hunting foto, perjalanan romantis, maupun wisata edukasi. Jika Anda mencari tempat terbaik untuk menikmati senja di Jogja dengan nuansa sejarah yang kuat, Candi Ijo adalah salah satu pilihan terbaik.

Related Articles

Back to top button

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.