Verification: 6cb86c86b08afb36
Candi

Candi Singosari: Wisata Sejarah Kerajaan Singhasari yang Ikonik di Malang

Candi Singosari adalah salah satu destinasi wisata sejarah paling penting di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Singasari atau Candi Singhasari, merujuk pada Kerajaan Singhasari yang pernah berjaya di Jawa Timur pada abad ke-13. Bagi wisatawan yang menyukai sejarah, arsitektur kuno, fotografi, dan perjalanan budaya, Candi Singosari menjadi tempat yang layak masuk itinerary saat berkunjung ke Malang.

Candi ini berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sekitar 10–12 km di sebelah utara Kota Malang. Lokasinya cukup mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari jalur utama Malang–Surabaya. Dinas pariwisata Kota Malang mencatat bahwa Candi Singosari berada sekitar 500 meter dari jalan utama Malang–Surabaya, di lembah antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna pada ketinggian sekitar 512 mdpl.

Survey Premium

Ringkasan Cepat Candi Singosari

Candi Singosari adalah candi Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari. Situs ini berstatus Cagar Budaya Nasional berdasarkan SK Menteri No. 177/M/1998 tanggal 21 Juli 1998, dengan jenis cagar budaya berupa struktur.

Keunikan utama Candi Singosari terletak pada bentuk bangunannya yang menjulang seperti menara, nuansa arsitektur Hindu-Buddha, serta dugaan bahwa candi ini belum sepenuhnya selesai dibangun. Karena itu, Candi Singosari bukan hanya menarik sebagai tempat wisata, tetapi juga penting sebagai objek pembelajaran sejarah Jawa Timur.

Sejarah Candi Singosari

Candi Singosari erat kaitannya dengan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang wafat pada tahun 1292. Berdasarkan keterangan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, candi ini disebut sebagai tempat pendharmaan bagi Sang Kertanegara, yang meninggal ketika istana diserang pasukan Gelang-gelang di bawah pimpinan Jayakatwang. Informasi tersebut dikaitkan dengan penyebutan dalam Kitab Negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M.

Sumber pariwisata Kabupaten Malang juga menjelaskan bahwa Candi Singosari tertulis dalam Prasasti Gajah Mada atau Prasasti Singosari. Prasasti tersebut memperingati pembangunan sebuah caitya, yaitu bangunan suci atau candi pemakaman, yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada untuk menghormati para tokoh keagamaan dari aliran rsi, Saiwa, dan Buddha yang ikut meninggal bersama Raja Kertanegara.

Dari sisi sejarah politik, Candi Singosari menjadi simbol penting masa transisi antara Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Kerajaan Singhasari runtuh pada akhir abad ke-13, tetapi memori terhadap Kertanegara tetap hidup pada masa Majapahit, salah satunya melalui pembangunan atau pemuliaan situs keagamaan seperti Candi Singosari.

Daya Tarik Candi Singosari

1. Peninggalan Penting Kerajaan Singhasari

Daya tarik terbesar Candi Singosari adalah nilai historisnya. Situs ini menjadi salah satu bukti fisik penting dari kejayaan Kerajaan Singhasari, kerajaan besar di Jawa Timur sebelum lahirnya Majapahit. Bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah Jawa Timur, Candi Singosari adalah titik awal yang sangat relevan.

Mengunjungi candi ini memberi pengalaman berbeda dari wisata Malang yang biasanya identik dengan alam, kuliner, atau taman rekreasi. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung jejak peradaban abad ke-13 yang masih berdiri hingga sekarang.

2. Arsitektur Hindu-Buddha yang Unik

Candi Singosari dikenal sebagai candi bercorak Hindu-Buddha. Disporapar Kota Malang menyebutnya sebagai candi Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Singhasari.

Bangunannya menggunakan batu andesit dan memiliki bentuk yang menjulang tinggi. Cara pembuatannya menarik karena batu disusun hingga ketinggian tertentu, lalu dipahat dari bagian atas ke bawah. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa beberapa bagian candi terlihat lebih halus atau belum selesai dipahat.

3. Candi yang Diduga Belum Selesai Dibangun

Salah satu fakta menarik Candi Singosari adalah dugaan bahwa pembangunannya belum selesai. Pada beberapa bagian candi, terutama bagian bawah, detail ukiran tampak tidak sebanyak bagian atas. Beberapa sumber wisata menyebutkan bahwa hal ini membuat Candi Singosari sering disebut sebagai salah satu candi yang “belum jadi”.

Justru di sinilah daya tariknya. Wisatawan tidak hanya melihat bangunan candi yang megah, tetapi juga dapat mengamati proses teknis pembangunan candi kuno yang kemungkinan belum rampung.

4. Dekat dengan Arca Dwarapala

Di kawasan Singosari, wisatawan juga dapat menemukan arca penjaga berukuran besar yang dikenal sebagai Dwarapala. Arca ini sering dikaitkan dengan kawasan percandian Singosari dan menjadi salah satu ikon wisata sejarah di sekitar candi. Keberadaannya memperkuat kesan bahwa kawasan ini dahulu merupakan ruang penting dalam sistem keagamaan dan kekuasaan Kerajaan Singhasari.

5. Suasana Tenang untuk Wisata Edukasi

Candi Singosari cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati tempat bersejarah tanpa suasana yang terlalu ramai. Area candi relatif mudah dijelajahi, sehingga cocok untuk keluarga, pelajar, mahasiswa, komunitas sejarah, hingga traveller yang ingin membuat konten edukatif.

Bagi pembuat konten wisata, Candi Singosari juga menawarkan visual yang kuat: bangunan batu tua, taman hijau, langit terbuka, dan nuansa klasik khas situs arkeologi Jawa Timur.

Lokasi Candi Singosari

Candi Singosari berlokasi di kawasan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Data Kemdikbud mencatat koordinat Candi Singosari pada sekitar -7.8877510, 112.6639120.

Secara praktis, wisatawan dapat menuju lokasi ini dari pusat Kota Malang dengan kendaraan pribadi, motor sewaan, mobil sewaan, transportasi online, atau paket wisata lokal. Aksesnya cukup mudah karena berada di kawasan yang dekat dengan jalur utama Malang–Surabaya.

Jam Buka dan Harga Tiket Candi Singosari

Informasi jam buka dan tiket Candi Singosari dapat berbeda antar sumber wisata. Beberapa referensi mencatat bahwa Candi Singosari buka setiap hari pada rentang pagi hingga sore, misalnya pukul 07.00–17.00 WIB atau 07.30–16.00 WIB.

Untuk tiket masuk, beberapa sumber wisata mencantumkan bahwa masuk ke kawasan Candi Singosari bersifat gratis atau sukarela, dengan biaya parkir sekitar Rp2.000 untuk motor maupun mobil. Namun, harga dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pengelola setempat.

Agar perjalanan lebih aman, wisatawan sebaiknya menyiapkan uang tunai kecil untuk parkir, donasi sukarela, atau kebutuhan lain di sekitar lokasi.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Candi Singosari

candi singosari

Ada beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Candi Singosari.

Pertama, wisatawan bisa menyusuri area candi dan mengamati bentuk bangunan dari berbagai sisi. Candi ini memiliki struktur yang khas, dengan badan bangunan tinggi dan kesan monumental.

Kedua, pengunjung dapat belajar sejarah Kerajaan Singhasari, terutama tentang Raja Kertanegara, masa runtuhnya Singhasari, dan hubungan historisnya dengan Majapahit.

Ketiga, Candi Singosari cocok untuk fotografi. Sudut terbaik biasanya berada di bagian depan candi dengan komposisi bangunan utama sebagai latar. Pagi dan sore hari menjadi waktu terbaik karena cahaya lebih lembut.

Keempat, wisatawan dapat melanjutkan kunjungan ke situs sejarah lain di sekitar Singosari, seperti arca Dwarapala dan Candi Sumberawan. Dengan begitu, perjalanan bisa dibuat menjadi rute wisata sejarah setengah hari.

Tips Berkunjung ke Candi Singosari

Datanglah pada pagi atau sore hari agar cuaca lebih nyaman. Area candi cukup terbuka, sehingga kunjungan pada siang hari bisa terasa panas, terutama saat musim kemarau.

Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Walaupun area candi tidak terlalu luas, pengunjung tetap perlu berjalan di sekitar taman dan bangunan candi.

Jaga etika selama berada di kawasan cagar budaya. Jangan memanjat bagian candi yang tidak diperbolehkan, jangan mencoret batu, jangan menyentuh arca secara sembarangan, dan ikuti arahan petugas atau papan informasi di lokasi.

Bawa kamera atau ponsel dengan baterai cukup. Candi Singosari memiliki banyak sudut visual menarik untuk dokumentasi perjalanan.

Itinerary Singkat Wisata Candi Singosari

Untuk itinerary singkat, wisatawan bisa memulai perjalanan dari pusat Kota Malang pada pagi hari. Perjalanan menuju Candi Singosari biasanya memakan waktu sekitar 25–40 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Setelah tiba, luangkan waktu sekitar 45–90 menit untuk mengeksplorasi area candi, membaca informasi sejarah, dan mengambil foto. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke arca Dwarapala atau Candi Sumberawan. Jika masih memiliki waktu, wisatawan bisa kembali ke Kota Malang untuk kulineran atau melanjutkan perjalanan ke kawasan Batu.

Rute ini cocok untuk traveller yang ingin menyisipkan wisata sejarah dalam agenda liburan Malang tanpa harus menghabiskan satu hari penuh.

Wisata Dekat Candi Singosari

Beberapa destinasi yang bisa dikunjungi setelah Candi Singosari antara lain Arca Dwarapala Singosari, Candi Sumberawan, kawasan pusat Kota Malang, dan destinasi wisata Batu. Untuk wisatawan yang menyukai sejarah, rute Singosari dapat digabungkan dengan kunjungan ke situs-situs peninggalan Kerajaan Singhasari lainnya.

Kesimpulan

Candi Singosari adalah destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi saat berada di Malang, terutama bagi traveller yang ingin mengenal jejak Kerajaan Singhasari. Candi ini memiliki nilai historis kuat karena berkaitan dengan Raja Kertanegara, Prasasti Gajah Mada, dan masa transisi menuju kejayaan Majapahit.

Dengan lokasi yang mudah dijangkau, tiket yang relatif terjangkau, suasana yang tenang, serta arsitektur Hindu-Buddha yang khas, Candi Singosari menjadi pilihan ideal untuk wisata edukasi, fotografi, dan perjalanan budaya di Jawa Timur.


FAQ Candi Singosari

Di mana lokasi Candi Singosari?

Candi Singosari berada di Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya berada sekitar 10–12 km di sebelah utara Kota Malang dan tidak jauh dari jalur utama Malang–Surabaya.

Apa keunikan Candi Singosari?

Keunikan Candi Singosari terletak pada sejarahnya sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, arsitektur Hindu-Buddha, bentuk bangunan yang menjulang seperti menara, serta dugaan bahwa candi ini belum sepenuhnya selesai dibangun.

Siapa tokoh yang berkaitan dengan Candi Singosari?

Tokoh utama yang berkaitan dengan Candi Singosari adalah Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari. Candi ini dikaitkan dengan tempat pendharmaan atau penghormatan terhadap Kertanegara.

Berapa harga tiket masuk Candi Singosari?

Beberapa referensi wisata mencatat tiket masuk Candi Singosari gratis atau bersifat sukarela, dengan biaya parkir sekitar Rp2.000. Namun, biaya dapat berubah sesuai kebijakan pengelola.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Candi Singosari?

Waktu terbaik berkunjung ke Candi Singosari adalah pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, cuaca biasanya lebih nyaman dan cahaya lebih bagus untuk fotografi.

Apakah Candi Singosari cocok untuk wisata keluarga?

Ya. Candi Singosari cocok untuk wisata keluarga, wisata edukasi, perjalanan sekolah, komunitas sejarah, maupun traveller yang ingin menikmati wisata budaya di Malang.

Related Articles

Back to top button

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.