Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu Tempat Menarik di Bali yang sangat terkenal dengan ekosistem unik yang pula ialah habitat asli Jalak Bali( Leucopsar rothschildi) yang sangat jarang. Batasan Taman Nasional Bali Barat meliputi sabana terbuka, hutan hujan rimbun, rawa bakau, terumbu karang serta tercantum pulau kecil di lepas tepi laut utara Bali, Pulau Menjangan, yang pula diucap selaku Pulau Rusa. Taman ini merupakan rumah untuk lebih dari 300 spesies hewan serta burung, paling utama burung jalak yang terancam punah. Tidak hanya itu, Pulau Menjangan, rumah untuk rusa Jawa ataupun menjangan sangat jarang( Cervus timorensis), menarik wisatawan dari segala dunia sebab tempat menyelam serta snorkelingnya yang luar biasa. Kamu wajib didampingi oleh pemandu formal serta mempunyai izin taman, buat merambah zona taman. Lebih dari 15. 000Ha kawasan Taman Nasional Bali Barat ialah medan darat, sebaliknya 3. 000Ha yang lain ialah kawasan laut yang secara administratif jadi bagian dari Kabupaten Jembrana serta Buleleng. Taman Nasional Bali Barat dikelola dalam sistem zonasi, terdiri dari Kawasan Utama, Hutan, Lindung Laut, Utilitas, Budaya, Religi serta Sejarah, Zona Spesial serta Tradisional. Taman Nasional Bali Barat kerap jadi web buat riset ilmiah serta konservasi dan fitur pariwisata serta tamasya yang seluruhnya hidup berdampingan di satu daerah. Sebagian besar topografinya terdiri dari lereng dengan ketinggian paling tinggi merupakan puncak Gunung Sangiang. Terdapat 4 puncak di kawasan itu, ialah Gunung Prapat Agung di 310 meter dpl, Gunung Banyuwedang 430 meter, Gunung Klatakan 698 meter, serta yang paling tinggi, Gunung Sangiang 1. 000 meter. Di perairan sekitarnya ada 4 pulau kecil ialah Pulau Menjangan 175Ha, Pulau Burung, Pulau Gadung, serta Pulau Kalong. Fauna yang dilindungi di Taman Nasional Bali Barat antara lain jalak endemik, trenggiling bersisik ataupun Trenggiling Sunda( Manis javanica), tupai raksasa gelap( Ratufa bicolour), Landak Malaya( Hystrix brachyura), kucing marmer( Felis marmorata), Rusa jawa ataupun menjangan( Cervus timorensis), banteng ataupun sapi liar( Bos javanicus), kancil ataupun kancil( Trangulus javanicus), biawak air( Varanus salvator) serta penyu belimbing zaitun( Lepidochelys olivaceae). Sarana ekowisata mencakup beberapa atraksi di dalam serta di dekat pinggiran Taman Nasional Bali Barat. Di dalamnya terdapat sebagian kuil kuno, serta bermacam tempat berlindung tersebar di dalam taman. Pusat data taman nasional bisa ditemui di selama jalur Raya Cekik- Gilimanuk. Bersumber pada ketinggian biasanya, taman nasional terdiri dari ekosistem yang berbeda; bakau, hutan tepi laut, hutan musiman, dataran rendah, hutan cemara, sabana serta hutan hujan sungai. Perairan di dekat taman memiliki terumbu karang serta padang rumput laut. Taman Nasional Bali Barat terletak kurang lebih 2 km dari pelabuhan Gilimanuk serta 3 jam ekspedisi dari Denpasar. Atraksi lain semacam candi serta web sejarah bisa ditemui di dekat pelabuhan, semacam Museum Arkeologi ataupun Museum Purbakala.

Sejarah Taman Nasional Bali Barat

Sejarah Taman Nasional Bali Barat berawal kala naturalis serta pakar burung Jerman( tadinya dari kementerian burung Museum Zoologi Berlin), Erwin Stresemann, terpaksa berlabuh di Singaraja pada 24 Maret 1911, sehingga Maluku keduanya( Maluku) kapal ekspedisi dapat menempuh perombakan sepanjang 3 bulan. Dia menciptakan Jalak Bali dalam salah satu penelitiannya yang dicoba di Desa Bubunan, dekat 50 kilometer dari Singaraja. Pakar burung Jerman, Viktor von Plessen, setelah itu melaksanakan riset intensif lebih lanjut pada tahun 1925 bersumber pada catatan Stresemann, serta disimpulkan kalau habitat Jalak Bali meliputi hamparan dari Bubunan sampai Gilimanuk serta setelah itu dikenal kalau spesies tersebut cuma endemik di daerah tersebut saja. Buat melindungi spesies sangat jarang dan binatang yang lain tercantum Harimau Bali( Panthera tigris balica) yang telah punah, ataupun harimau Bali dalam bahasa Indonesia, diresmikan pada tahun 1947 dengan mendeklarasikan 19. 365Ha hutan di dekat Banyuwedang selaku taman alam. Serta bagi Undang- undang Proteksi Alam tahun 1941, statusnya sejajar dengan cagar alam. Setelah itu pada tahun 1970 pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah Indonesia lewat kementerian kehutanan serta diberi jadikan dikala ini, Taman Nasional Bali Barat ataupun Taman Nasional Bali Barat. Sebab ialah kawasan lindung, tiap wisatawan memerlukan izin buat masuk ke Taman Nasional Bali Barat. Zona utama merupakan zona akses terbatas yang dimaksudkan cuma buat riset ilmiah. Zona hutan menunjang zona utama, di mana cuma ekowisata terbatas yang diizinkan. Zona Intensive Utility merupakan tempat di mana prasarana ekowisata serta sarana yang lain diperbolehkan paling utama yang menunjang konservasi. Zona terakhir, zona utilitas budaya, membolehkan aktivitas budaya serta agama dicoba cocok dengan itu. Zona tersebut antara lain Pulau Menjangan, Terima Bay, Prapat Agung, Bakungan, serta Klatakan. Aktivitas pariwisata di mari meliputi snorkeling, tamasya cadik, menyelam, trekking, mengamati burung, serta banyak opsi yang lain.

Pernah mendengar tentang KBS? Ragu mau ke sana gara-gara santer diberitakan mengabaikan satwa-satwa koleksinya itu?


Jangan khawatir. Meski belum sebesar Taman Safari Bogor, kebun binatang yang didirikan sejak 31 Agustus 1916 ini terus berbenah dan melakukan perbaikan. Tak hanya dari segi fasilitas umum, tapi juga pada pemeliharaan satwa.


Kandang-kandang beberapa binatang telah direvitalisasi. Kegiatan-kegiatan tambahan seperti atraksi tunggang satwa, dongeng satwa, dan live music disediakan. KBS bahkan sempat menggandeng pakar satwa dunia sebagai partner untuk perbaikan.


Jadi, jangan ragu buat berkunjung ke sini. Cocok kok dijadikan destinasi wisata keluarga dan anak yang edukatif. Ditambah lagi, di depan KBS kamu bisa berfoto dengan patung buaya dan hiu yang menjadi ikon kota selama ini.

Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung.

Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17 °C – 20 °C. Sekitar area, oleh hutan lindung dengan beragam flora seperti Pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya.


Fasilitas dan aktivitas wisata

Tempat ini merupakan sebuah camping ground, dengan fasilitas yang cukup lengkap seperti kamar mandi umum dan sarana beribadah Mesjid. Juga terdapat arena outbound dan penyewaan kendaraan ATV.


Untuk memasuki lokasi wisata Ranca Upas setiap pengunjung diharuskan membayar biaya tiket seharga Rp 10.000. Harga tersebut berlaku untuk anak – anak ataupun orang dewasa. Tiket masuk dibayarkan di Pos Penjualan, tak jauh dari gerbang utama. Apabila ingin berkemah, biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 35.000 untuk dua orang per malam. Selain tiket masuk, pengunjung juga diharuskan membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil, dan Rp 20.000 untuk bus pariwisata.

Bagi pengunjung yang ingin berkemah, pihak pengelola Ranca Upas juga menyediakan penyewaan peralatan kemah yang lengkap. Beberapa peralatan yang tersedia antara lain tenda ukuran kecil (untuk 2 orang) dan sedang (untuk 10 orang), sleeping bag, matras, dan lainnya.


Sejarah dan Mitos

Ranca Upas Ciwidey menjadi salah satu tempat pelatihan Kopassus, dulunya ranca upas merupakan hutan belantara dengan rawa yang luas. Setelah hutan tersebut bebas dari hewan buas, Ranca Upas dijadikan hutan lindung oleh pihak Perhutani dan kemudian membuka lahan tersebut untuk menjadi sebuah Camping Ground.

Ranca Upas Ciwidey, diambil dari kata bahasa Sunda yaitu “Ranca” yang berarti “Rawa”, dan “Upas” adalah seorang petugas Perhutani yang melegenda dikawasan Gunung Patuha. Diceritakan bahwa Upas merupakan seorang pria yang berbadan kekar dengan tinggi 198 cm, dia berkebangsaan Belanda. Dia meninggal saat melaksanakan tugas lapangan untuk menjelajahi rawa di kawasan yang sekarang menjadi Ranca Upas, yang sampai saat ini mayatnya tidak pernah ditemukan.

Oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa arwah Upas, masih ada di alam dunia ini. Pada tahun 1960-1980, masih banyak masyarakat setempat yang bertemu dengan Upas saat mencari kayu bakar di hutan. Konon dikatakan bahwa Upas selalu memakai topi laken (koboi) dengan diameter yang lebar lengkap dengan seragam Perhutani yang pada masa itu berwarna coklat dengan kepala menunduk ditutupi topi lebarnya.

Pernah dikatakan seseorang menemukan sebuah batu dengan bentuk hampir menyerupai macan yang sedang duduk. Namun sampai saat ini, batu tersebut masih menjadi mitos masyarakat setempat.

Menurut sejarah sebenarnya, asal mula kata “Upas” sebenarnya adalah berasal dari jenis pohon beracun dari keluarga moraceae yang dinamakan Upas.

Pada saat dibangun sebuah penangkaran rusa di Ranca Upas oleh pihak Perhutani, hanya seorang juru kunci yang dapat melakukan pemanggilan terhadap rusa-rusa tersebut dan memberikan makanan secara langsung, dia adalah Abah Taji. Namun sekarang setiap orang dapat berinteraksi dan menikmati keindahan dari makhluk yang bertanduk indah ini.

Monkey Forest Ubud jadi destinasi darmawisata yang amat terkenal di Pulau Bali. Berada di Ubud, tempat darmawisata yang satu ini juga jadi posisi yang banyak didatangi oleh turis. Baik turis asing atau dalam negeri, sering melapangkan waktunya buat tiba ke tempat ini.

Apalagi tempat ini tiap bulannya didatangi tidak kurang dari 10 ribu turis. Para wisatawan juga tiba ke tempat ini bukan cuma sebab kehadiran monyet- monyet. Tetapi pula sebab Monkey Forest Ubud ini diketahui selaku salah satu tempat bersih oleh warga Hindu yang terdapat di Ubud.

Monkey Forest Ubud ini pula diketahui dengan julukan Area Darmawisata Wenara Hutan. Semacam namanya, tempat ini ialah lingkungan yang dengan cara spesial terbuat buat tempat bermukim para monyet. Apalagi keseluruhan ada sebesar 340 akhir monyet yang bermukim di hutan ini.

Ada dekat 4 golongan monyet yang beralamat di Hutan Monyet Ubud ini. Monyet yang bermukim di mari tercantum merupakan monyet akhir jauh yang memiliki julukan latin Macaca fascicularis. Tidak cuma itu, Hutan Monyet Ubud ini pula ialah rumah buat 115 genus tumbuhan.


Lokasi Monkey Forest Ubud

Monkey Foret Ubud ini terdapat di Dusun Padangtegal. Warga di dusun itu juga betul- betul melindungi kelestarian hidup monyet yang terdapat di Hutan Monyet. Terlebih monyet- monyet di mari ialah ikon kebatinan, dan memiliki kedudukan ekonomi serta bimbingan untuk warga setempat.


Sejarah Monkey Forest Ubud

Pendirian Monkey Forest Ubud ini ialah usaha warga Hindu Bali buat melaksanakan prinsip agama mereka, ialah Tri Hata Karana. Tri Hata Karana ini ialah 3 prinsip yang wajib dijalani buat dapat mendapatkan keceriaan. Oleh sebab itu, mereka juga mau menghasilkan Hutan Monyet Ubud ini ebagai posisi buat dapat melindungi harmonitas orang dengan area.

Monkey Forest Ubud ini tidak cuma dibuat buat alat pelestarian para monyet serta pepohonan yang terdapat di situ. Di mari pula ada pura yang diucap dengan julukan Candi Pura Dalem Agung Padangtegal ataupun diucap pula Sacred Monkey Forest Sanctuary. Warga setempat juga sering melakukan seremoni spesial di pura yang dicoba selaku wujud hidmat pada para binatang, diucap dengan julukan Tumpek Kandang serta Tumpek Download.


Tiket masuk Monkey Forest Ubud

Semacam perihalnya tempat darmawisata di Bali yang lain, para wisatawan yang mau bertamu ke Monkey Forest Ubud diwajibkan buat melunasi karcis masuk. Per 1 Januari 2016, para wisatawan yang telah berusia berumur lebih dari 12 tahun dikenakan karcis masuk sebesar 40 ribu rupiah per orang. Sedangkan buat kanak- kanak, dikenakan bayaran masuk sebesar 30 ribu rupiah per orang.


Panduan dikala berkunjung ke Monkey Forest Ubud

Sepanjang terletak di zona Monkey Forest Ubud, para wisatawan wajib mencermati sebagian perihal. Terlebih kehadiran monyet di hutan ini amat dihormati oleh warga dekat. Janganlah hingga wisatawan melaksanakan aksi yang dikira tidak meluhurkan para monyet.


We found Reset