Museum De Javasche Bank ditetapkan selaku cagar adat serta museum pada tahun 2012 dahulu. Gedung yang menaruh sedaret ingatan asal usul. Sisa aset era rezim kolonial Belanda. Mendatangi destinasi ini dapat jadi salah satu metode menelisik dini mula berdirinya bank di alam Nusantara. Beraneka ragam tipe benda antik tertata apik. Seluruh koleksi mempunyai karakteristik yang tidak berharga. Mulai dari mesin penghitung serta perusak duit, sampai jejak meja teller tempo dahulu. Lebih dari semata- mata subjek wisata, Museum De Javasche Bank ialah alat bimbingan perbankan. Amat pekat hendak gradasi style arsitektur Belanda. Bidang luarnya didominasi oleh warna putih gading. Beberapa tumbuhan memuat sudut- sudut laman bangunan. Letaknya benar terletak di perbatasan jalur raya. Opini klasik serta mewah hendak diperoleh wisatawan dalam sekali padang.

Koleksi Museum De Javasche Bank

1. Mesin Pond Mesin pond cuma memasak duit kertas yang tidak diedarkan lagi. Dibuat dari besi dilengkapi 4 buah kaki penopang. Bisa bertugas dengan daya 900 watt, 4 ampere, serta 220 volt. Sanggup membolongi 100 lembar dalam sekali konsumsi. Diperkirakan telah bekerja semenjak tahun 1970- 1991. Metode kerjanya ialah memotong duit kertas selaku indikator tidak bernilai. Esoknya, wujud bagian ini nampak semacam bintang. 2. Mesin Perusak Duit Kertas Dari luar nampak semacam kotak cermin lazim. Tetapi, kala Kamu cermati lebih perinci, mesin ini nyatanya dilengkapi pisau runcing. Duit yang telah tidak terpakai dimasukkan ke dalamnya. Setelah itu, dikoyak sampai membuat bagian. Tidak menyudahi di sana, sedang terdapat langkah pembinasaan terakhir, ialah pembakaran supaya tidak disalahgunakan. 3. Mesin Penghitung Duit Metal serta Kertas Pada penghitung duit metal, tidak seluruh tipe duit dapat dimasukan dalam durasi berbarengan. Wajib disortir terlebih dulu. Melaksanakan pengelompokan bersumber pada ketebalan serta nominal. Sehabis berakhir, duit yang mempunyai kecocokan dapat lekas diproses. Tanpa memerlukan durasi lama, hasil kalkulasi hendak tercetak pada layar. Ada pula mesin penghitung duit kertas, wujud serta metode kerjanya tidak jauh berlainan dengan yang saat ini terhambur di beberapa besar bank. Bersama menginginkan kecekatan seseorang teller. Cuma saja, hadapi beberapa perubahan bersamaan kemajuan era. Dengan cara spesial, mesin di Museum De Javasche Bank digunakan semenjak 1980- 2005. 4. Mesin Penyortir Dari banyaknya duit yang tersebar di warga, pasti pegawai bank memerlukan mesin penyortir buat mempermudah profesi. Paling tidak terdapat 2 tipe yang dapat Kamu temui di mari, ialah CVCS serta sortasi. Mesin CVCS bermanfaat memilah, mengetahui, membagi, dan meracik kemurnian serta kelayakan duit. Sebaliknya sortasi, umumnya digunakan buat menyortir duit kertas dari eksternal Bank Indonesia. Bila dideteksi ketidaklayakan, hingga hendak lekas dihancurkan. 5. Koleksi Meja Teller Tempo Dulu Meja- meja teller tempo dahulu nyatanya memakai material kusen. Rupanya kecokelatan dilengkapi hamparan jaring. Disusun apik dalam suatu ruangan. Terdapat antara yang berperan mengaitkan teller serta pelanggan. Walaupun bentuknya telah sedemikian itu kuno, tetapi ruangan ini tetap terpelihara bagus. 6. Kamera pengaman Konvensional Berupa Cermin Datar Tidak takluk menarik, beberapa Kamera pengaman tempo dahulu nyatanya dipasang di sudut- sudut gedung. Tujuannya buat memantau kemampuan teller sekalian memantau keamanan bank pada masanya. Aparat dapat memandang pantulan bayang- bayang melalui kaca- kaca itu tanpa wajib memutari koridor. Keamanan kala itu memanglah amat kencang. Tidak hanya kontrol melalui konsep gedung, pula diresmikan sedikit ketentuan buat menghindari perbuatan kesalahan. Misalnya saja, para teller tidak bisa memakai busana yang mempunyai kantong. Perihal ini sebab tersembunyi 60 ton kencana batangan ataupun nyaris sebanding Rp6 milyar di lemari besi dasar tanah De Javasche Bank. Baca juga: Museum Ullen Sentalu

Lokasi Museum De Javasche Bank

Terdapat di Jalur Garuda Nomor. 1, Kelurahan Krembangan, Kamu dapat mendatangi museum ini dengan alat transportasi individu atau biasa. Banyak arah yang bisa dilewati, salah satunya pergi dari rute satu arah barat ke timur di Jalur Raya Rajawali. Lalu beranjak mengarah Jalur Bunga Jepun. Dianjurkan buat melewati bagian kiri sambil memandang barisan gang. Sehabis Kamu menciptakan Jalur Kasuari, lanjut kelok kiri. Letaknya pas di bagian kanan jalur. Tercantum dalam area administrasi Kecamatan Krembangan, Museum De Javasche Bank dekat dengan destinasi lain. Ucap saja, Museum House of Sampoerna serta Jembatan Merah. Bila menggunakan angkutan biasa, Kamu dapat naik bis kota berkode DA, F, Meter, ataupun N. Semua arah ini tersambung langsung dengan area Museum De Javasche Bank. Pengganti lain, maanfaatkan kereta mengarah stasiun Jalur Krembangan Timur, Balik Bui, Jalur Kasuari, ataupun Jembatan Merah. Lanjutkan dengan berjalan kaki. Bila Kamu hadapi keragu- raguan, berdayakan Google Map. Tanyakan pula pada siapa saja yang bisa jadi ditemui selama ekspedisi. Tetapi, janganlah gampang yakin pada orang asing. Bagaimanapun pula, Surabaya merupakan kota kota besar. Berita bagusnya, Kamu cuma butuh menghasilkan bayaran sebesar Rp 10. 000– Rp 15. 000 buat masuk ke Museum De Javasche Bank. Tempat ini diatur atas tujuan bimbingan serta tingkatkan atensi pariwisata ke Kota Bahadur. Jam buka berjalan dari Selasa hingga Pekan jam 08. 00- 16. 00 Wib. Sesuai jadi alat refreshing di akhir minggu. Baca juga: Planetarium Jakarta

Kegiatan yang Menarik Dicoba di Museum De Javasche Bank

1. Mengidentifikasi Asal usul Jauh Perbankan Indonesia Museum tetap memantulkan asal usul bangsa. Penguasa Hindia Belanda awal kali mendirikan bank di Batavia pada 1828 dahulu. Satu tahun setelah itu, dibukalah agen di Surabaya bertepatan pada 14 September. Nanti, diketahui selaku Museum De Javasche Bank. Merambah 1904, bangunan ini luang dirobohkan, buat setelah itu dibentuk kembali. Berdiri di atas tanah seluas 0, 1 hektare serta menyuguhkan style neo renaissance empire. Pilar- pilar berukiran Jepara sedang kuat menopang sampai saat ini. Tahun 1942, Penguasa Jepang memahami kantor agen Surabaya. Saat sebelum kesimpulannya didapat ganti lagi oleh angkatan kawan 4 tahun setelah itu. Sehabis kebebasan, De Javasche Bank bertukar julukan jadi Bank Indonesia. Tetapi, disebabkan oleh minimnya kapasitas, bangunan ini berakhir tidak terpakai. Semua kegiatan operasional Bank Indonesia alih ke kantor terkini di Jalur Bahadur Nomor. 105. Ketetapan ini sedang lalu legal hingga saat ini. Dengan tutur lain, bangunan De Javasche Bank telah berdiri lebih dari 100 lamanya. Saksi gagu atas asal usul perbankan di negara terkasih. Setelah itu, pada 2012 kemudian ditetapkan selaku cagar adat. Sampai saat ini, beralih bentuk jadi museum demonstrasi. Data itu dapat ditanyakan pada pengelola museum ataupun membaca arsip- arsip yang terabaikan di mari. Tidak cuma semata- mata wisata, pengetahuan Kamu juga berpotensi menyebar. Menariknya lagi, Museum De Javasche Bank sempat diresmikan selaku pencalonan dalam Surabaya Tourism Award 2013 oleh Pemkot Surabaya. 2. Mengitari Bangunan Terdiri dari 3 lantai, yang mana seluruhnya memiliki guna tiap- tiap. Di lantai awal mendobel basement, difungsikan jadi ruang penyimpanan barang bernilai semacam kencana, akta, serta duit. Memeriksa lantai kedua, Kamu hendak menciptakan zona teller serta kantor. Lantai paling atas bermanfaat selaku tempat pemilihan. Pintu masuk Museum De Javasche Bank terdapat di basement. Amat mempermudah kelakuan berkelana para wisatawan. Tidak hanya itu, terdapat pula penyejuk ruangan natural serta cermin solder yang belum sempat retak hingga saat ini. Belum lagi, bangunan ini didesain sanggup menampung keseriusan sinar yang besar walaupun tanpa lampu sekalipun. Tangga bermaterial kusen mengaitkan antara lantai satu dengan yang lain. Berbagai macam lampu mempercantik bergantung di lelangit. Pada tembok terpasang jendela luas berlagak vintage. Suatu pintu sorong berbahan baja serta besi pula tidak tertinggal ikut memenuhi. 3. Hunting Foto Supaya wisata terus menjadi komplit, janganlah kurang ingat mendokumentasikan potret Kamu di museum ini. Tidak butuh perlengkapan fotografi mutahir, cuma dengan kamera handphone Kamu telah dapat membekuk momen terbaik sepanjang memutari Museum De Javasche Bank. Ini sebab atmosfer yang terwujud pada dasarnya memanglah artistik. Gradasi vintege amat terasa. Tidak menyudahi di sana, ada pula beraneka ragam spot gambar yang alami. Mulai dari koridor bangunan, belasan anak tangga, zona teller, tiang klasik, jendela, pintu, benda antik, sampai lantainya sedemikian itu mempesona. Tiap perinci menaruh kemampuan keelokan tertentu. Semenjak berdiri di laman, Kamu apalagi telah disuguhi lanskap bangunan yang eksklusif. 4. Menyaksikan Pementasan ataupun Pameran Memanglah tidak senantiasa terdapat tiap durasi. Tetapi, bangunan ini lazim disewa buat mengadakan pementasan seni serta adat. Yakinkan Kamu teratur memantau akun sosial alat badan penguasa setempat supaya tidak tertinggal data.

Museum Nasional Indonesia juga sering disebut sebagai Museum Gajah. disebut sebagai Museum Gajah karena ada sebuah patung gajah yang terbuat dari perunggu di taman depan museum. Patung itu merupakan hibah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang mengunjungi museum pada tahun 1871. di Sekitar patung ada meriam dengan posisi menghadap Monumen Nasional (Monas).


Sejarah

Berdirinya Museum Nasional Indonesia diprakarsai oleh berdirinya asosiasi Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Asosiasi ini didirikan oleh pemerintah koloni Belanda pada tanggal 24 April 1978. Pada saat itu, ada revolusi intelektual (era pencerahan) di Eropa, dimana orang mulai mengembangkan pemikiran ilmu. Pada tahun 1752 di Haarlem, Nedherland, berdiri asosiasi ilmu (de Hollandshe Maatschappij der Wetenschappen) yang mendesak orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk membuat sebuah organisasi, yang kemudian menjadi Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG).

Salah satu pendiri BG adalah JCM Radermacher yang memberikan rumahnya beserta koleksi buku dan benda-benda budaya yang sangat penting. Hibah dari JCM Radermacher merupakan dasar dari pendirian museum dan perpustakaan. Meningkatnya koleksi hibah membuat pemerintah Belanda membuat Museum pada tahun 1862 di lokasi di mana Museum National Indonesia saat ini berdiri dan dibuka secara resmi pada tahun 1868. Kemudian nama museum tersebut menjadi Museum Nasional Indonesia.


Koleksi

Museum Nasional memiliki lebih dari 140.000 koleksi terdiri dari koleksi prasejarah, koleksi arkeologi, koleksi keramik asing, numismatik / koleksi heraldik, koleksi kolonial, etnografi dan koleksi geografis. koleksi arkeologi dari Museum Nasional Indonesia adalah dalam bentuk benda-benda budaya dari era Hindu dan Budhaism, yang lebih dikenal sebagai era klasik Indonesia. Beberapa benda seperti patung Dewa dan Bhuda Hindu. Sebagian besar koleksi yang dikumpulkan di era kolonial Belanda, yang diperoleh melalui militer dan ekspedisi ilmu pengetahuan, hibah dari seseorang , konsinyasi dan pembelian.


Exhibition Hall

Ruang pameran di Museum Nasional Indonesia terdiri dari dua bagian, ruang pameran di Gedung Gajah dan di Gedung Arca. Exhibition Hall di Gedung Gajah masih mempertahankan sistem pengaturan seperti pada zaman kolonial, sedangkan yang di gedung Arca adalah gedung baru dengan susunan tematik untuk menyajikan seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang pameran di Bangunan Arca memiliki empat lantai; lantai satu menyajikan manusia dan tema lingkungan; lantai dua tema ilmiah, ekonomis dan teknologi; lantai tiga organisasi sosial dan pola tema pemikiran; dan lantai empat menyajikan koleksi emas dan keramik asing.

Planetarium serta Observatorium Jakarta merupakan satu dari 3 wahana simulasi langit di Indonesia tidak hanya di Kutai, Kalimantan Timur, serta Surabaya, Jawa Timur. Planetarium tertua ini posisinya di Halaman Ismail Marzuki, Jakarta. Planetarium Jakarta ialah fasilitas wisata pembelajaran yang bisa menyajikan pertunjukan/ peragaan simulasi perbintangan ataupun benda- benda langit. Wisatawan diajak mengembara di jagat raya buat menguasai konsepsi tentang alam semesta lewat kegiatan demi kegiatan.

Planetarium Jakarta berdiri tahun 1964 diprakarsai Presiden Soekarno serta diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1969. Di tempat ini pula ada ruang pameran benda- barang angkasa yang menyuguhkan bermacam gambar dan penjelasan lengkap dari bermacam wujud galaksi, teori- teori pembuatan galaksi diiringi pengenalan tokoh- tokoh di balik timbulnya teori.

Di ruang pameran ini, terdapat pula pajangan pakaian antariksa yang digunakan mengarungi angkasa, tercantum mendarat di bulan. Sebagian perlengkapan lain buat pengamatan antariksa ikut dipamerkan.

Tidak hanya pertunjukan Teater Bintang serta multimedia/ citra ganda, Planetarium& Observatorium Jakarta pula sediakan fasilitas prasarana observasi benda- benda langit lewat peneropongan secara langsung, buat melihat fenomena/ kejadian- kejadian alam yang lain, semacam gerhana bulan, gerhana matahari, komet serta lain- lain.


Sejarah

Planetarium serta Observatorium Jakarta dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia mulai tahun 1964, atas gagasan Presiden Soekarno dengan harapan supaya bangsa Indonesia sedikit demi sedikit memahami bermacam berbagai barang langit serta bermacam kejadian di luar angkasa. Tidak hanya dana dari pemerintah, Planetarium serta Observatorium Jakarta ini pula didanai oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia.

Pada tahun 1968, gedung beserta perlengkapan planetarium sukses dituntaskan. Pada bertepatan pada 10 November pada tahun yang sama, Planetarium serta Observatorium Jakarta ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin bertepatan dengan diresmikannya Pusat Kesenian Jakarta—Taman Ismail Marzuki.

Pertunjukan Planetarium mulai dibuka buat universal pada bertepatan pada 1 Maret 1969, memakai proyektor Umum buatan industri Carl Zeiss, Jerman. Bertepatan pada 1 Maret itu setelah itu dijadikan hari ulang tahun Planetarium.

Pada tahun 1984, Pemerintah DKI Jakarta membentuk Organisasi Penyelenggara Tugas serta Guna Planetarium serta Observatorium selaku pengganti status dini Proyek Planetarium jadi Tubuh Pengelola Planetarium serta Observatorium Jakarta. Kepala Tubuh Pengelola mempertanggungjawabkan penerapan tugas- tugasnya langsung kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Pergantian status ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 2209 Tahun 1984.

Pada tahun 1996, Tubuh Pengelola Planetarium serta Observatorium Jakarta melaksanakan renovasi gedung sekalian pemutakhiran perlengkapan pertunjukan dengan mengubah proyektor utama dengan yang lebih mutahir serta dikontrol seluruhnya oleh program pc. Proyektor Umum ditukar dengan Proyektor Universarium Model VIII, bahan layar kubah ditukar dengan yang baru serta garis tengahnya dikurangi dari 23 m jadi 22 m. Lantainya ditinggikan serta terbuat bertingkat. Segala sofa terbuat menghadap ke arah Selatan serta jumlahnya dikurangi dari 500 ke 320 sofa.

Pada tahun 2002, Tubuh Pengelola Planetarium serta Observatorium Jakarta hadapi pergantian status dari organisasi nonstruktural jadi organisasi struktural berbentuk Unit Pelaksana Teknis di dasar Dinas Pembelajaran Menengah serta Besar Provinsi DKI Jakarta. Pergantian status ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 118 Tahun 2002. 

Puri Agung Ubud merupakan salah satu Tempat Menarik di Bali yang sangat terkenal serta secara lokal diketahui selaku Puri Saren Ubud merupakan salah satu tempat sangat menonjol di Ubud, sebab terletak pas di jalur utama serta persimpangan Jalur Raya Ubud. Istana ini pula dapat dikira selaku landmark utama Ubud. Istana Ubud dibentuk pada masa pemerintahan almarhum Ida Tjokorda Putu Kandel( 1800- 1823) serta dilindungi dengan baik oleh pakar waris selanjutnya. Kunjungan ke Puri Saren tercantum dalam banyak rencana ekspedisi ke wilayah Ubud.

Ini mempunyai arsitektur Bali yang terpelihara dengan baik serta pengaturan halaman yang mempesona serta populer di golongan pecinta seni Bali selaku salah satu web utama buat memandang pertunjukan tari malam yang dramatis. Puri Agung Ubud bisa dicapai sehabis dekat satu separuh jam berkendara ke utara dari ibukota provinsi Denpasar. Banyak wisatawan menciptakan istana selaku persinggahan yang aman, sebab secara strategis ialah titik fokus Ubud, dengan Pasar Seni Ubud, bermacam restoran lokal serta internasional cuma sebagian langkah di selama Jalur utama Raya Ubud.

Aula pertemuan komunitas ataupun bale banjar terletak pas di seberang jalur, dengan warung Babi Guling Bu Oka yang populer, menyajikan babi panggang yang populer, di sampingnya. Hutan monyet Padangtegal yang sakral terletak pas di persimpangan selatan, menjajaki Jalur Monkey Forest. Panggung pertunjukan, dengan latar balik gerbang tradisional angkul angkul berornamen serta arca penjaga, menyelenggarakan pertunjukan tari malam dengan orkestra gamelan.

Puri Agung Ubud sediakan pengaturan yang bagus dengan pintu masuk yang indah serta elemen arsitektur yang eksotis. Umumnya tiket pertunjukan ini mulai dijual pada sore hari. Bagian depan istana terbuka buat universal. Panduan buat memandang serta gambar di siang hari free. Pemandu lokal terkadang bisa ditemui di dekat paviliun wantilan, yang hendak bisa menolong dengan persoalan wisatawan tentang sejarah serta fitur istana.

Dikala terletak di Bali, Kamu hendak kerap menjumpai bangunan istana yang mempunyai arti sejarah yang dimulai dengan kata Puri, yang secara harfiah berarti istana kerajaan Bali. Umumnya pada sore hari jam 19. 00 terdapat tari kecak ataupun tari legong dengan Tiket Masuk: Rp 100. 000. Puri pada biasanya merupakan rumah bangsawan di Bali spesialnya para raja Bali serta kerabatnya. Puri Agung Ubud dikala ini pula berperan selaku gudang budaya seni, tari serta sastra. Panggung istana serta aula pertemuan pula jadi tuan rumah kegiatan internasional, semacam upacara pembukaan Festival Penulis serta Pembaca Ubud tahunan. 

Relief Yeh Pulu merupakan salah satu Tempat Wisata Bali terpopuler yang terletak di desa Bedulu di wilayah persawahan dekat 300 m di sebelah timur desa Batulumbang kurang dari 26 kilometer dari Denpasar, dalam suasana jalan kemudian lintas Denpasar– Nampak Siring– Kintamani. Monumen yang ditemui oleh Punggawa Ubud pada tahun 1925 ini sudah diteliti serta diterbitkan oleh Kementerian Arkeologi Belanda yang dipandu oleh Dokter W. F Sutterhien pada tahun 1929.

Tokoh- tokoh yang ditampilkan bercampur antara dongeng wayang( wayang golek) serta semacam rakyat biasa. Bila kita memandang kawasan Pejeng yang kaya hendak ukiran batu kuno serta pula tokoh wayang yang ditemui di dekat desa Pejeng dilestarikan di suatu candi bernama Arjana Metapa. Dari web itu sendiri susah buat membagikan ditaksir bertepatan pada pembangunannya. Dari kajian ikonografi cuma bisa kita pakai selaku bertepatan pada tipologi bersumber pada relief kuno Candi Penataran di Jawa Timur.

Secara universal disepakati kalau Candi Penataran dibentuk pada akhir kerajaan Majapahit dekat tahun 1400 Masehi. Bila berhubungan dengan babad tentang wayang kulit di Bali, dekat abad ke- 16 kala kerajaan Bali memahami kerajaan Blambangan( saat ini Kabupaten Banyuwangi). Bagi kronik penyerangan Blambangan, kotak- kotak berisi boneka wayang disita serta dibawa ke istana di Klungkung.

Di Klungkung dekat bunda kota kerajaan, style wayang awal yang diperkenalkan oleh seseorang pelukis termotivasi dari tokoh wayang yang dibawa dari Jawa. Tempat itu saat ini diketahui selaku desa Kamasan. Jadi mungkin besar pahatan batu ini terbuat dekat periode ini. Nama Yeh Pulu berasal dari kata Yeh serta Pulu. Yeh maksudnya air serta Pulu maksudnya wadah beras serta letaknya di tengah- tengah air suci di sebelah barat relief Pulu. Dibuat dari batu kapur yang diukir di atas batu berdimensi panjang dekat 25 m serta lebar 2 m.

Secara universal cerita ini menggambarkan tentang kehidupan nyata di hutan serta kehidupan tiap hari Kerajaan Bali kuno. Tidak hanya ukiran klasik yang dimilikinya, tugu ini pula mempunyai ceruk- ceruk selaku tempat semedi Raja Bedahulu saat sebelum meninggal dalam perang Majapahit pada abad 1343. Relief Yeh Pulu merupakan relief Bali kuno terpanjang yang ialah salah satu monumen Bali Klasik pada era Bali kuno( abad ke- 14) yang kaya hendak pengetahuan seni yang mendalam, abadi serta harmonis yang ditemui oleh Persatuan Penanam Padi( SUBAK) selaku tanggung jawab aspek pertanian di Bali.

Aspek berarti dari seni ini merupakan kalau style baru sudah timbul. Sangat dimengerti kalau kesenian Bali pada era dulu sangat idealis serta manusia luar biasa, tetapi Relief Yeh Pulu ini menampilkan watak yang realistis serta kokoh. Susah buat menguasai kenapa artis tersebut menyimpang dari ketentuan pada dikala itu. Mereka tidak cuma mengukir figur wayang namun pula figur manusia. 

Tirta Gangga dahulunya ialah taman air kepunyaan Kerajaan Karangasem yang dibentuk oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung pada tahun 1946. Tirta Gangga berasal dari kata“ Tirta” yang bermakna air suci serta kata“ Gangga” yang ialah nama suatu sungai suci di India.

Dari namanya inilah, dimaksudkan kalau taman wisata ini mempunyai air suci yang berasal dari Sungai Gangga, serta selaku wujud penghormatan kepada warga penganut agama Hindu.

Tirta Gangga dibentuk di lahan seluas 1, 2 hektar yang memanjang dari timur ke barat di kawasan persawahan. Terdapat 3 bangunan yang jadi dominasi karakternya ialah adanya arca, bangunan kolam serta areal perkebunan. Seluruh bangunan tersebut mempunyai arti tersirat di dalamnya.

Keadaan alam Tirta Gangga sangatlah sejuk, perihal ini disebabkan posisinya di kaki Gunung Agung. Keasrian serta kesegaran lokasinya inilah yang membuat turis aman serta betah buat berlama- lama mendatangi obyek wisata ini. Atmosfer tenang serta damai Tirta Gangga sangatlah sesuai selaku pelepas letih serta penghilang penat dari kegiatan kehidupan yang meletihkan.

Di gerbang awal, turis hendak disambut oleh patung- patung yang berbaris apik seperti prajurit. Wisatawan bisa menyusuri kolam dengan berjalan kaki di atas kolam dengan jalur setapak yang dibuat dari batu yang tersusun apik semacam rangkaian jembatan. Kamu bisa difoto selfie dengan latar balik patung- patung yang terdapat di kolam sehingga terlihat lebih berkarakter.

Tidak jauh dari kolam ada halaman yang mempunyai tower air yang tingginya 10 m. Tower air ini wujudnya berundak- undak laksana atap pura. Air yang terdapat di kolam Tirta Gangga berasal dari sumber air yang apalagi oleh warga setempat dikira suci serta digunakan buat aktivitas upacara adat.

Tidak hanya kolam yang ada air suci, terdapat pula kolam renang yang diperuntukkan untuk turis. Bila mau berenang di kolam ini, wisatawan wajib membayar kembali 6 ribu rupiah. Kolam yang digunakan merupakan kolam air sanih yang pula mempunyai air jernih serta fresh. Kolam renang buat kanak- kanak dibedakan dengan berusia sebab kedalaman kolamnya berbeda. Jangan kurang ingat bawa handuk serta baju ubah sehabis basah tubuh selepas berenang.

Selepas letih berenang serta menikmati keelokan alam di posisi Tirta Gangga, wisatawan bisa mencicipi bermacam menu masakan yang disuguhkan restoran yang terletak di sebelah atas. Apalagi wisatawan pula bisa membeli souvenir serta oleh- oleh di pusat oleh- oleh yang ada di situ.


Posisi Taman Wisata Tirta Gangga

Taman Wisata Tirta Gangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Lokasinya terletak dekat 5 km sebelah utara dari pusat Kota Amlapura. Bila dari Kuta berjarak dekat 75 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam ekspedisi. 

Museum Ullen Sentalu terdapat di wilayah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, merupakan museum yang menunjukkan adat serta kehidupan para adiwangsa Bangsa Mataram( Kasunanan Surakarta, Kerajaan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, serta Kadipaten Pakualaman) bersama koleksi beragam batik( bagus style Yogyakarta ataupun Surakarta).

Museum ini pula menunjukkan figur raja- raja bersama permaisurinya dengan bermacam berbagai busana yang dikenakan tiap harinya. Julukan Ullen Sentalu ialah kependekan dari bahasa Jawa:“ ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang maksudnya merupakan“ Bercahaya lampu blencong ialah petunjuk orang dalam berjalan serta meniti kehidupan”.

Filsafah ini didapat dari suatu lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan boneka kulit( blencong) yang ialah sinar yang senantiasa beranjak buat memusatkan serta menyinari ekspedisi hidup kita. Museum ini dibuat oleh salah seseorang adiwangsa Yogyakarta yang diketahui amat dekat dengan keluarga istana Surakarta serta Yogyakarta.

Di Museum Ullen Sentalu, bisa dikenal gimana para kakek moyang Jawa membuat batik yang mempunyai maksud serta arti yang mendalam di dalam tiap coraknya. Terdapat pula bermacam asal usul hal kondisi adat Jawa kuno dengan seluruh aturannya. Kondisi museum yang dibentuk dengan bagus, sanggup membuat wisatawan semacam terserap ke era Jawa kuno yang luar biasa.


Sejarah

Museum Ullen Sentalu ialah museum individu yang dipelopori oleh keluarga Haryono serta saat ini diatur oleh Yayasan Ulating Blencong. Dibuat pada tahun 1994 serta ditetapkan pada bertepatan pada 1 Maret 1997, bersamaan dengan bertepatan pada yang diperingati tiap tahun selaku hari memiliki Kota Yogyakarta. Pengukuhannya dicoba oleh KGPAA Pakis Alam VIII yang dikala itu berprofesi selaku Gubernur Provinsi Wilayah Eksklusif Yogyakarta.

Sebagian figur yang sempat jadi badan serta pengajar yayasan antara lain ISKS Pakis Buwono XII Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPAA Pakis Alam VIII Kerajaan Pakualaman, GBPH Poeger- Putra Baginda HB VIII-, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani- putri Mangkunegara VII-, Hartini Sukarno- istri almarhum Kepala negara Soekarno-, serta KP. Dokter. Samuel Wedyadiningrat DSB. Konk.


Fakta Museum Ullen Sentalu

Tersaring selaku museum kedua terbaik di Indonesia tahun 2018 oleh para konsumen web travel TripAdvisor, museum ini dibuat dengan impian jadi“ jendela pembuka peradaban seni serta adat Jawa, sekalian jembatan komunikasi untuk angkatan belia”.

1. Julukan“ Ullen Sentalu” ialah suatu singkatan

Julukan museum yang terdengar istimewa ini nyatanya ialah kependekan dari suatu perkataan bahasa Jawa“ Ulating blencong sejatine tataraning lumaku”. Perkataan itu berarti bercahaya lampu blencong( lampu yang dipergunakan dikala pertunjukkan boneka kulit) ialah petunjuk orang dalam berjalan serta meniti kehidupan.

2. Mengenalkan asal usul Istana Solo serta Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu banyak menceritakan mengenai peradaban Kerajaan Mataram yang terbagi jadi 4 istana di Solo serta Yogyakarta, ialah Kasunanan Surakarta, Kerajaan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, serta Kadipaten Pakualaman.

Para wisatawan bisa memandang banyak gambar serta gambar adiwangsa pada era itu, koleksi kain batik Solo serta Yogyakarta yang nyatanya mempunyai arti tertentu, klonengan kuno, arca- arca adat Hindu serta Budha, dan aset yang lain.

3. Awal mulanya merupakan museum koleksi pribadi

Museum ini dipelopori oleh keluarga Haryono, keluarga pembatik di Yogyakarta yang memanglah sedang generasi adiwangsa. Mereka senang mengumpulkan aset peninggalan adat Jawa sebab amat menyayangi asal usul Indonesia, spesialnya Jawa.

Dikala ini, tidak hanya donasi dari keluarga Haryono, koleksi Museum Ullen Sentalu pula diterima dari sumbangan Yayasan Ulating Blencong( pengelola museum) serta datuk keluarga kerajaan Mataram.

4. Cerita cinta Gadis Tineke yang dilarang orangtua

Salah satu ruangan yang sangat menarik di Museum Ullen Sentalu merupakan Ruang Puisi buat Tineke. Tineke merupakan julukan Belanda gadis Sunan Surakarta Pakubuwono XI.

Hadapi patah batin yang luar lazim sebab laki- laki yang dicintainya dikira tidak“ cocok” oleh orangtua, Gadis Tineke menyambut banyak pesan cinta serta syair penghiburan dari kerabat serta sahabat. Kamu bisa memandang isi surat- surat itu di ruangan ini. Gimana akhir cerita cinta Tineke? Temui tanggapannya dikala Kamu bertamu ke museum ini!

5. Kombinasi style arsitektur rumah gotik serta tropis

Merambah museum ini, nampak banyak tiang gedung yang dibuat dari material batu alam seperti rumah tropis. Sehabis melampaui sebagian ruangan, Kamu hendak menciptakan gedung bercorak putih dengan kebinasaan akhir lancip, sejenis kastil Eropa.

Bagi web sah museum, rancangan konsep arsitektur Museum Ullen Sentalu termotivasi dari statment Yoshio Taniguchi, arsitek Jepang yang merancang balik Museum of Modern Art( MoMA), yang berkata kalau arsitektur selaku buatan seni paling tinggi tidak tampak selaku konsep sendiri yang terpisah, tetapi berpadu dengan koleksi museum yang terletak di dalamnya dalam suatu lingkungan.

6. Pembimbing rekreasi yang interaktif

Untuk sebagian orang, mendatangi museum bisa jadi terdengar“ menjenuhkan”. Tetapi, bisa ditentukan kunjungan Kamu ke Museum Ullen Sentalu hendak jadi pengalaman yang mengasyikkan sekalian edukatif.

Museum ini senantiasa sediakan sarana pembimbing rekreasi yang hendak menemani wisatawan menelusuri tiap ruangan. Dengan metode penyampaian yang interaktif, Kamu juga hendak fokus mencermati masing- masing uraiannya.

7. Tidak bisa gambar sembarangan

Susah mencari gambar koleksi Museum Ullen Sentalu di internet ataupun alat sosial? Itu sebab memanglah terdapat peraturan yang tidak memperbolehkan wisatawan buat mengutip lukisan dalam wujud apapun di nyaris semua zona museum.

Tetapi janganlah takut, terdapat sebagian spot spesial yang diadakan buat difoto. Salah satunya merupakan di zona replika relief Candi Borobudur yang terbuat miring, melukiskan penyusutan atensi angkatan belia hendak seni serta adat Jawa.

8. Museum Ullen Sentalu berjarak 30- 45 menit dari tengah kota

Terletak 25 kilometer utara dari pusat kota Yogyakarta, Kamu bisa mendatangi museum ini dengan memakai alat transportasi individu ataupun biasa.

9. Wisatawan dapat mencicipi racikan minuman abadi muda

Sehabis melampaui sebagian zona museum, pembimbing rekreasi hendak menyilakan wisatawan buat rehat sesaat serta sediakan minuman Wedang Istri raja Abang. Gelar“ Istri raja Abang” ini didapat dari julukan maharani Sri Susuhunan Pakubuwono X. Kabarnya tuturnya, racikan minuman ini diyakini bisa membuat orang abadi belia serupa semacam tampang si maharani. Penasaran gimana rasanya?

10. Harga karcis masuk serta jam buka Museum Ullen Sentalu

Museum ini dibuka tiap hari melainkan hari Senin. Butuh dicatat pula kalau pembelian karcis serta rekreasi terakhir 30 menit saat sebelum museum tutup.

Harga karcis masuk

Wisatawan dalam negeri: Rp40. 000,-( Berusia), Rp20. 000,-( 5- 12 tahun)

Wisatawan mancanegara: Rp100. 000,-( Berusia), Rp60. 000,-( 5- 12 tahun)

Jam buka

Senin: Tutup

Selasa- Jumat: 08. 00- 16. 00 WIB

Sabtu- Minggu: 08. 30- 17. 00 Wib


House Of Sampoerna Surabaya ini merupakan merupakan suatu museum yang lokasinya terletak di Surabaya lama, persisnya di Jalur Taman Sampoerna. Dari depan, gedung penting museum dengan karakteristik khas arsitektur kolonial Belanda yang pekat bergitu nampak.Ditopang dengan 4 tiang besar yang hinggap di bagian depannya menampilkan alangkah kokohnya gedung di era masa kolonial semacam pada biasanya.

Disamping gedung penting, ada pula gedung yang dipakai selaku tempat bermukim keluarga Sampoerna serta pula sebuag cafe buat wisatawan yang mau bersantai sehabis berkelana museum.

Gedung mewah berlagak kolonial Belanda ini sudah dibentuk semenjak tahun 1862. Kerennya, sampai dikala ini sedang berdiri berdiri serta apalagi saat ini ini dijadikan suatu web memiliki di Surabaya yang digunakan selaku museum.

Dari sejarahnya, dituturkan jika gedung ini sesungguhnya merupakan suatu panti ajaran putra yang diatur oleh penguasa Belanda. Kemudian, setelah itu gedung ini dibeli oleh seseorang Liem Seeng Tee yang ialah penggagas Sampoerna pada tahun 1932.Di tempat ini pula setelah itu dijadikan selaku tempat penciptaan rokok Sampoerna awal, serta sedang aktif sampai saat ini walaupun cuma dijadikan selaku workshop, bukan selaku tempat penciptaan penting produk Sampoerna.

Liem Seeng Tee bukan semerta- merta membeli tempat ini sebab banyak dengan duit. Yakin ataupun tidak, saat sebelum ia jadi wiraswasta rokok serta tembakau, ia merupakan seseorang bakul gerai ataupun gerai kelontong. Sebab kegigihan serta istrinya yang hobi menyimpan uang, kesimpulannya ia dapat membuat salah satu kerajaan rokok terbanyak di Indonesia. O iya, gerai ataupun gerai kelontong mulanya rekonstruksinya dapat diamati di House Of Sampoerna Museum pula loh!


Gerai kelontong upaya awal penggagas Sampoerna

Tidak cuma itu saja, disini pula dipamerkan bermacam berbagai cengkeh dari bermacam tempat di Indonesia, pula mengenai asal usul kretek di Indonesia. Terdapat pula bermacam sebentuk serta drum dari marching band Sampoerna dipamerkan disini.Sepeda berumur kepunyaan penggagas Sampoerna, mesin cap balut rokok zaman dahulu, sampai balut rokok yang tidak sempat aku amati di pasaran pula terdapat disini.

Tidak tertinggal puluhan koleksi luar lazim korek api yang sempat terdapat pula terdapat disini. Itu cuma beberapa kecil dari banyak koleksi House Of Sampoerna Surabaya yang dapat aku sebutkan, selebihnya terdapat banyak yang dapat langsung diamati kala bertamu kesini.Bermacam berbagai korek api dipamerkan disini. Pada tahu korek yang bercorak biru kan?

Hening saja, jika ingin, terdapat rekreasi guide museum yang hendak menarangkan dengan perinci mengenai seluruh koleksi yang terdapat di salah satu museum aksi di Surabaya ini. Minimun rekreasi hendak berjalan sepanjang kurang lebih satu jam supaya menikmati House Of Sampoerna Surabaya Museum dengan lebihm maksimum.

Andaikan tidak membutuhkan guided tour di dalam museum, kamu pula dapat menikmatinya sendiri dengan memandang- mandang koleksi yang terdapat. Tetapi, profit dengan memakai rekreasi guide di museum, kamu dapat mencermati uraian mengenai asal usul pendek museum, asal usul dari industri serta aluran Keluarga Sampoerna dengan perinci. Namun kembali lagi, itu seluruh terkait dari opsi wisatawan.

Rekreasi di House Of Sampoerna Surabaya sendiri diawali dari lobi, dimana ada suatu kolam ikan yang berupa bundaran, komplit dengan gemercik air mancur yang menghasilkan suatu backsound natural. Di ruangan ini terpajang gambar penggagas sampoerna serta sebagian keluarganya, komplit dengan meja serta bangku kepunyaannya yang sedang teratur apik.

Pas di sisi kiri pintu masuk, aku mendapati sebua replika alas kelontong yang tadinya dipakai berdagang kala sedang merintis upaya rokok, saat sebelum kesimpulannya jadi satu pabrik rokok terbanyak di Indonesia ini. Disini pula dipamerkan bermacam berbagai tembakau dengan aromanya yang menusuk. Tembakau yang dipamerkan ini merupakan yang dipakai buat materi penciptaan rokok Sampoena.

Bersinambung ke zona ke zona House Of Sampoerna berikutnya yang cuma terhalang tembok kuat. Saua setelah itu masuk ke dalam ruangan yang ada sebagian gambar Keluarga Sampoerna, pula gambar siapa saja yang ikut serta memajukan pabrik rokok ini sampai jadi besar.

Ruangan ketiga merupakan ruangan yang jauh lebih besar dari ruangan awal serta kedua. Disini dipamerkan sebagian koleksi istimewa mulai dari mesin printing kuno, komplit dengan plate edisi yang sempat dipergunakan buat mengecap logo serta lukisan di balut rokok.

Ada pula suatu sepeda motor kuno pabrikan Cekoslovakia dengan merek‘ Jawa’ yang terbuat kurang lebih pada tahun 1960. Di ruangan ini pula dipamerkan pula sebagian koleksi perlengkapan Sampoerna marching band.

Dituturkan jika perlengkapan marching band ini dahulu sempat menyemarakkan Rose Ambalan di California, AS. Jadi seluruh koleksi di lantai awal House Of Sampoerna Surabaya Museum merupakan seluruh benda yang berkaitan akrab dengan tiap memo asal usul kesuksesan industri Sampoerna.

Dituturkan jika disini sedang ada sekitar 400- an orang dengan kebanyakan wanita yang membuat rokok dengan metode lama. Mereka hendak berbanjar apik di depan meja dengan bermacam perlengkapan serta materi buat membuat rokok. Kerennya, walaupun mereka cuma membuat dengan tangan, hasil penciptaan per hari dapat memegang ribuan batang rokok! Wow ini terkini aksi!

Indahnya arsitektur dan ornamen di Kelenteng Sam Poo Kong semakin lengkap sejak dihadirkannya patung Cheng Ho terbesar di dunia, dengan tinggi 10,7 meter pada pertengahan tahun 2011 lalu. Berbagai pembenahan yang dilakukan juga menjadikan Kelenteng Sam Poo Kong ini sebagai salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi di Semarang.

Letak Kelenteng Sam Poo Kong yang tidak jauh dari Tugu Muda, tepatnya di daerah Simongan, juga menjadikan tempat ini sangat mudah untuk dituju wisatawan. Tempat yang juga masih berfungsi sebagai tempat ibadah ini menawarkan wisata budaya, sejarah, dan arsitektur. Untuk melengkapinya, pengunjung bisa berfoto dengan pakaian adat Cina yang bisa disewa di lokasi.

Komplek Sam Po Kong seperti tertulis di website Pemerintah Kota Semarang, dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-15, setelah kedatangan Sam Po Tay Djien atau Zheng Ho atau juga terkenal dengan sebutan Laksamana Cheng Ho, di Jawa dengan mengemban misi menjamin persahabatan. Pendataran tersebut dilakukan di pelabuhan yang pada awal abad ke-15 terletak di Simongan.

Setelah lompatan sejarah sekian lama maka pada bulan Oktober 1724 diadakan upacara besar-besaran sebagai ungkapan terima kasih kepada Sam Po Tay Djien yang telah melindungi penduduk dari mara bahaya, sekaligus memperingati pendaratannya. Dua puluh tahun sebelumnya diberitakan bahwa gua yang dipercaya sebagai tempat tinggal Sam Po dulu runtuh disambar petir. Tak berselang lama gua tersebut dibangun kembali dan di dalamnya ditempatkan Sam Po dengan empat anak buahnya yang didatangkan dari Tiongkok. Pada perayaan tahun 1724 tersebut telah ditambahkan bangunan emperan di depan gua.

Perbaikan pertama disusul oleh perbaikan kedua pada tahun 1879 yang diprakarsai dan dibiayai oleh hartawan Oei Tjie Sien (ayah Oie Tiong Ham) yang telah mengambil alih pemilikan kawasan tersebut dari Hoo Yam Loo, pemegang pakta madat yang merugi. Tidak begitu jelas apa saja yang ditambahkan pada pemugaran kedua ini, hanya setelah selesai maka komplek tersebut dibuka untuk umum.

Pada tahun 1937 atas prakarsa Lie Hoo Soen komplek Sam Po dipugar kembali. Kali ini diadakan beberapa penambahan, yaitu gapura, taman suci dan selasar (Pat Sian Loh) yang menghubungkan Klenteng Sam Po dengan makam Kyai Jurumudi. Listrik masuk ke komplek Sam Po pada zaman pendudukan Jepang dan selanjutnya komplek tersebut dalam keadaan tidak terawat.

Namun pada tahun 1950 kembali diadakan perbaikan dengan membuat gapura baru dari beton agar lebih kokoh, taman bunga di halaman belakang klenteng dengan dua buah paseban yang diberi nama Wie Wan Ting dan Tiang Lok Ting serta dua buah pat kwa ting (gasebo berbentuk segi delapan).

Sebelum penyempurnaan yang dilakukan pada tahun 2011, pada awal tahun delapan puluhan telah diadakan pembangunan komplek tersebut dengan mengutamakan gerbang klenteng dan ruang pemujaan lain, serta sarana akomodasi dan lain-lain. Sejarah panjang itulah, yang membuat Sam Poo Kong bisa berdiri seperti sekarang ini.

Tempat wisata edukasi di Bandung lainnya yang bisa dikunjungi yaitu Observatorium Bosscha. Tempat pengamatan bintang ini berlokasi di jalan raya Lembang. Jaraknya sekitar 15Km di utara kota Bandung.


Untuk bekunjung ke tempat ini Anda diwajibkan untuk daftar terlebih dahulu. Petugas observatorium tidak akan mengijinkan Anda masuk ke observatorium bila Anda langsung datang. Tapi, Anda tetap bisa menikmati taman dan suasana sekitar observatorium ini.

We found Reset